ISTANA KISAH ISLAM

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Tuesday, 13 March 2012

TOPIK DAN JUDUL

Posted on 22:33 by Unknown
A. Menentukan Topik

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic
Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada mahasiswa sendiri. Oleh karena itu, sebelum topic ditentukan, dia harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri, sebagai berikut:
1. Apakah topic tersebut dapat dijangkau, dikuasi (manageable topic)?
2. Apakah bahasa-bahasa/data-data tersedia secukupnya (obtainable data)?
3. Apakah topic tersebut penting untuk diteliti (significance of topic)?
4. Apakah topic tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan (interested topic)?


1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)
Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:
a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?
b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?
d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?
Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.
2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)
Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanya
yang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.
Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata=mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.
Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.
3. Significance of Topic (maksud, berarti)
Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:
a. Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup beraerti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?
b. Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?
c. Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yagn pernah diadakan atau penguji ulangan?
d. Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?
4. Interested Topic (Menarik minat)
Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.
Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:
a. Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses
b. Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencariscientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.
c. Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)
5. Mengembangkan Problematik
Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau mengembangkan problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:
a. Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya.
b. Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
c. Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.
1) Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya
Seorang calon sarjana yang rajin menjelajahi spesialisasinya, mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk meneliti secara mendalam dan membina serta mengembangkan penelitian-penelitian yang telah diselesaikan. Dengan cara demikian, dia dapat mengungkapkan problematika-problema yang belum terpecahkan. Rummel memberi petunjuk sebagai berikut:
a) Usahakan dengan cermat mencari kekurangan-kekurangan dalam uraian-uraian
b) Perhatikan dengan seksama uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain
c) Telitilah problema-problema yagn timbul dari tata kerja yang sangat emnarik perhatian
d) Bacalah selalu bibliografi (daftar kepustakaan) yagn banyak dipergunakan dalam penelitian-penelitian yang mutakhir
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka akan mudah menemukan hal-hal yang kurang ataupun masalah-masalah apa yagn sekiranya perlu dikembangkan lebih lanjut.
2) Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku yang banyak relevansinya dengan spesialisasinya
Disamping secara kritis, dan gemar mendengarkan secara seksama kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
Usahakan mempunyai sikap serta ingin tahu (spetisme) dalam batas-batas tertentu karena akan timbul gagasan-gagasan ataupun pertanyaan-pertanyaan yagn perlu mendapat jawaban-jawaban. Bukankah bertanya merupakan pangkal mula kebijaksanaan? Ikutilah diskusi-diskusi ilmiah dengan sebaik-baiknya untuk mengetahui bagaimana cara para ahli mengupasnya. Mengadakan penelitian kembali dan bila terdapat hal-hal yang masih meragukan, tanyakan kepada orang bersangkutan atau ahlinya.
Untuk menemukan masalah, dapat dicari disembarang tempat misalnya, lapangan, sekolah, mesjid, kampus sewaktu kuliah, bacaan-bacaan. Meskipun demikian, tentu saja harus diadakan seleksi yagn ketat sebagaimana syarat-syarat yagn telah disebutkan di atas.
3) Sikap rajin mencari bahan-bahan hasil penelitian yang mutakhir
Dalam laporan-laporan penelitian di bagian belakang dalam analisis data misalnya, banyak persoalan-persoalan yang masih perlu dikaji kembali karena adanya beberapa kekurangan-kekurangan. Dari berbagia macam kekurangan tersebut, dapatlah dianggap merupakan problema baru yang perlu dikaji dan diteliti kembali lebih lanjut.
Adapununtuk mendapatkan topik-topik tersebut dapat diperoleh melalui berbagai sumber, diantaranya:
a) Dengan cara melanjutkan hasil-hasil penelitian yagn sudah dilaksanakan, dimana kekurangan-kekurangannya ditampung, dan kemudian dijadikan topik dan dilanjutkan dengan mengadakan penelitian
b) Pengamatan di lapangan
Luangkanlah waktu untuk mengamat-amati peristiwa-peristiwa atau hal-hal yagn tejradi di lapangan sambil mendengarkan keluhan-keluhan orang-orang yagn bekerja di lapangan itu. Tegasnya adalah penjajagan (explorative) secara singkat tentang sesuatu yagn ada ataupun yang terjadi disitu.
c) Melalui diskusi-diskusi, ceramah-ceramah, kuliah-kuliah
Usahakanlah selalu mengikuti diskusi-diskusi yagn diadakan, kemudian catatlah masalah-masalah yagn timbul dalam diskusi, yagn sekiranya menarik dan perlu mendapat penyelesaian. Demikian pula usahakan secara aktif mengikuti semua ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah, karena dari keduanya banyak terdapat masalah-masalah yang perlu digarap, yang akhirnya merupakan topik yang perlu diselesaikan lewat penelitian-penelitian, sehingga masalah-masalah tersebut dapat terpecahkan/terselesaikan.
d) Dosen-dosen, para peneliti, dan para ahli.
Pada umumnya mereka mempunyai kelebihan dan menguasai permasalhan yang telah menjadi tanggung jawabnya, karena itu usahakan datang sekali atau dua kali kepada mereka untuk berbincabang-bincang, mencari, dan mengumpulkan permasalahan dari mereka
e) Bibliografi (daftar kepustakaan). Diperpustakaan hampir seluruh buku yang bersifat ilmiah selalu mencantumkan referensi (sumber-sumber bacaan), yang dipergunakan sebagai sumber pengambilan. Dengan demikian, seyogyanya emncari sumber-sumber yagn ada relevansinya (kaitan) dengan masalah-masalah yang dikaji, untuk kemduian membaca dan memperdalam sehingga menambah kelengkapan informasi yang dibutuhkan, yang berupa dalil-dalil, hasil-hasil penelitian, dan sebagainya. Dalam hal ini dapat dicari diperpustakaan.
Disamping buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah-masalah yagn akan dikaji, masih banyak sumber-sumber lain yang perlu dicari, misalnya journal(masalah), encyclopedia (kamus istilah), reviu (tinjauan buku), skripsi, tesis dan disertasi, buku-buku teks, majalah-majalah, buletin (siaran-siaran singkat tentang berita terakhir), research reports, dan lain-lain. Thomas Charly (Inggris) berkata:
The True university of these days is coolection of books,” artinya: “Hakikat perguruan tinggi/universitas dewasa ini adalah dalam kumpulan buku-buku perpustakaan”
Sumber:



B. Topik Dalam Blogging

Dalam blogging, posting adalah hal yang terpenting. Memang tampilan blog dapat mempercantik dan membuat blog kita lebih menarik, namun bayangkan saja jika kita tanpa sengaja mengunjungi sebuah blog, melihat desainnya sangat menarik. Kita pasti berpikiran pasti isi blog tersebut juga menarik. Namun setelah kita membaca isinya..ternyata yang ada hanya copaz alias copy paste dari blog lain. Kita pasti akan tergerak untuk segera menutup browser dan blog tersebut.
Berikut ini tips2 yang penting dalam pemilihan Topik agar posting kita menarik :

1. Pilihlah topik yang membuat anda terus berposting dan menulis walau tidak dibayar.

Hal ini sangatlah penting, karena tidak banyak blogger yang terus aktif berposting dan meneruskan blognya jika ia tidak menyukai topik yang ia pilih.

2. Pilihlah topik yang paling anda sukai dan kuasai
Jika kamu suka basket, tulislah basket..jika kamu suka novel..tulislah tentang novel. Pilihan yang sesuai dengan hobby dan telah kamu kuasai akan membuat kamu tidak pernah kehabisan ide untuk berposting.

3. Pilih topik yang saling berkaitan dan tetaplah fokus pada inti topik tersebut.

Kita harus tetap fokus pada topik yang kita pilih. Jangan tergoda untuk berganti topik yang sedang marak. Karena dengan tetap fokus, maka pembaca akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akan datang lagi untuk membaca informasi lainnya.

3. Jangan mengganti topik sebelum anda berhasil dengan topik tersebut
Memang tren topik yang digemari selalu berubah. Tapi saran saya, jangan tergoda untuk mengganti blog anda dengan blog yang baru sebelum blog pertama anda sukses dan terkenal. Minimal beri waktu sekitar 3 bulan. Dalam waktu itu, silahkan anda curahkan 100% kemampuan anda dan lihat perkembangannya. Jika memang topik tersebut kurang mendorong anda untuk tetap blogging, silahkan ganti topik yang anda sukai lainnya.

5. Tulislah posting yang berguna bagi pengunjung dan jangan hal2 yang terlalu pribadi.
Apa menu makanan anda pagi ini…jam berapa anda mandi hari ini..berapa kali anda mandi dalam sehari…atau pergi kemana anda setelah kuliah kemarin…Hal itu semua jarang membuat pengunjung kembali lagi ke blog anda, kecuali jika anda seorang artis atau figur terkenal.
Jadi saran saya tulislah posting yang dapat bermanfaat bagi semua orang agar orang tersebut selalu ingin kembali lagi untuk mendapatkan informasi lebih dari blog anda. Namun ada pula lho blogger yang sukses dengan posting diary mereka. Hal itu mungkin karena diary mereka sarat dengan pengalaman bagi para pengunjung, dan yang pasti pengalaman itu pasti menghibur dan bermanfaat bagi pengunjung.
6. Tentukan batasan topik anda, untuk indonesia atau seluruh dunia.
Jika anda membahas tentang banjir jakarta, mungkin pengunjung anda Cuma dari jakarta atau indonesia. Jika anda ingin blog anda dibaca oleh seluruh netter di dunia, maka pakailah bahasa inggris dan pilihlah topik yang umum, misalnya cara menurunkan berat badan dsb.

7. Jangan membuat topik karena ingin mendapatkan uang
Penghasilan tambahan dari ngeblog berasal dari banyaknya pengunjung..jadi jangan memaksakan tema atau topik yang tidak anda sukai walaupun topik itu menguntungkan. Carilah dahulu pengunjung yang banyak dengan posting yang menarik dan berkualitas. Dengan begitu pengunjung akan banyak dan dengan sedikit sentuhan..uang pun akan mengalir ke blog anda.


C. Menentukan Judul
Memilih Judul Karya Ilmiah
Judul tidak saja harus mengandung pengertian yang tepat untuk melukiskan seluruh isi karya tulis tetapi syarat-syarat untuk berhubungan dengan gramatikapun harus terpenuhi. Judul harus dapat mencakup ide yang paling pokok dari seluruh isi karya tulis tersebut. Maka persyaratan judul dapar disebutkan sebagai berikut :
1. Judul karya tulis harus dapat tertuju kepada sasaran dan isi, artinya segala isi yang terkandung didalam karya tulis dapat di lihat dari judul tersebut.
2. Judul karya tulis sebaiknya langsung kepada yang dimaksud oleh karya tulis tersebut tetapi harus memperhatikan etika, misalnya dengan menggunakan kata-kata yang lebih halus.
3. Bahasa yang digunakan dalam menyusun judul hendaknya yang jelas dan sederhana serta hindarkan pemakaian kata-kata yang kabur atau ambivalen. Istilah di dalam judul harus tepat dan dapat di pertanggungjawabkan oleh penulis.
4. Judul termasuk isi karya tulis hendaknya dapat dihindarkan duplikasi atau tiruan dari karya tulis yang telah ada. Jadi judul dan isi karya atulis harus yang baru atau merupakan peninjauan yang baru terhadap suatu obyek karya tulis ilmiah yanga ada.
5. Judul karya ilmiah adalah dapat dianggap benar dari segi ilmiah daaaan beralasan menurut logika.
6. Keseluruhan judul sebaiknya menjadi suatu kesatuan yang terpadu, utuh, dan korelatif.


sumber :
Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung
http://www.datafilecom.blogspot.com
http://www.pusatgratis.com

Read More
Posted in | No comments

TOPIK DAN JUDUL

Posted on 22:33 by Unknown
A. Menentukan Topik

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic
Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada mahasiswa sendiri. Oleh karena itu, sebelum topic ditentukan, dia harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri, sebagai berikut:
1. Apakah topic tersebut dapat dijangkau, dikuasi (manageable topic)?
2. Apakah bahasa-bahasa/data-data tersedia secukupnya (obtainable data)?
3. Apakah topic tersebut penting untuk diteliti (significance of topic)?
4. Apakah topic tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan (interested topic)?


1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)

Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:

a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?

b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?

c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?

d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?

Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.

2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)

Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanya
yang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.

Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata=mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.
Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.

3. Significance of Topic (maksud, berarti)

Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:

a. Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup beraerti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?
b. Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?
c. Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yagn pernah diadakan atau penguji ulangan?
d. Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?

4. Interested Topic (Menarik minat)

Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.

Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:

a. Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses
b. Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencariscientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.
c. Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)


5. Mengembangkan Problematik

Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau mengembangkan problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:

a. Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya.
b. Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
c. Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.

1) Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya
Seorang calon sarjana yang rajin menjelajahi spesialisasinya, mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk meneliti secara mendalam dan membina serta mengembangkan penelitian-penelitian yang telah diselesaikan. Dengan cara demikian, dia dapat mengungkapkan problematika-problema yang belum terpecahkan. Rummel memberi petunjuk sebagai berikut:

a) Usahakan dengan cermat mencari kekurangan-kekurangan dalam uraian-uraian
b) Perhatikan dengan seksama uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain
c) Telitilah problema-problema yagn timbul dari tata kerja yang sangat emnarik perhatian
d) Bacalah selalu bibliografi (daftar kepustakaan) yagn banyak dipergunakan dalam penelitian-penelitian yang mutakhir
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka akan mudah menemukan hal-hal yang kurang ataupun masalah-masalah apa yagn sekiranya perlu dikembangkan lebih lanjut.


2) Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku yang banyak relevansinya dengan spesialisasinya

Disamping secara kritis, dan gemar mendengarkan secara seksama kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
Usahakan mempunyai sikap serta ingin tahu (spetisme) dalam batas-batas tertentu karena akan timbul gagasan-gagasan ataupun pertanyaan-pertanyaan yagn perlu mendapat jawaban-jawaban. Bukankah bertanya merupakan pangkal mula kebijaksanaan? Ikutilah diskusi-diskusi ilmiah dengan sebaik-baiknya untuk mengetahui bagaimana cara para ahli mengupasnya. Mengadakan penelitian kembali dan bila terdapat hal-hal yang masih meragukan, tanyakan kepada orang bersangkutan atau ahlinya.

Untuk menemukan masalah, dapat dicari disembarang tempat misalnya, lapangan, sekolah, mesjid, kampus sewaktu kuliah, bacaan-bacaan. Meskipun demikian, tentu saja harus diadakan seleksi yagn ketat sebagaimana syarat-syarat yagn telah disebutkan di atas.

3) Sikap rajin mencari bahan-bahan hasil penelitian yang mutakhir
Dalam laporan-laporan penelitian di bagian belakang dalam analisis data misalnya, banyak persoalan-persoalan yang masih perlu dikaji kembali karena adanya beberapa kekurangan-kekurangan. Dari berbagia macam kekurangan tersebut, dapatlah dianggap merupakan problema baru yang perlu dikaji dan diteliti kembali lebih lanjut.

Adapununtuk mendapatkan topik-topik tersebut dapat diperoleh melalui berbagai sumber, diantaranya:

a) Dengan cara melanjutkan hasil-hasil penelitian yagn sudah dilaksanakan, dimana kekurangan-kekurangannya ditampung, dan kemudian dijadikan topik dan dilanjutkan dengan mengadakan penelitian
b) Pengamatan di lapangan
Luangkanlah waktu untuk mengamat-amati peristiwa-peristiwa atau hal-hal yagn tejradi di lapangan sambil mendengarkan keluhan-keluhan orang-orang yagn bekerja di lapangan itu. Tegasnya adalah penjajagan (explorative) secara singkat tentang sesuatu yagn ada ataupun yang terjadi disitu.

c) Melalui diskusi-diskusi, ceramah-ceramah, kuliah-kuliah
Usahakanlah selalu mengikuti diskusi-diskusi yagn diadakan, kemudian catatlah masalah-masalah yagn timbul dalam diskusi, yagn sekiranya menarik dan perlu mendapat penyelesaian. Demikian pula usahakan secara aktif mengikuti semua ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah, karena dari keduanya banyak terdapat masalah-masalah yang perlu digarap, yang akhirnya merupakan topik yang perlu diselesaikan lewat penelitian-penelitian, sehingga masalah-masalah tersebut dapat terpecahkan/terselesaikan.

d) Dosen-dosen, para peneliti, dan para ahli.
Pada umumnya mereka mempunyai kelebihan dan menguasai permasalhan yang telah menjadi tanggung jawabnya, karena itu usahakan datang sekali atau dua kali kepada mereka untuk berbincabang-bincang, mencari, dan mengumpulkan permasalahan dari mereka

e) Bibliografi (daftar kepustakaan). Diperpustakaan hampir seluruh buku yang bersifat ilmiah selalu mencantumkan referensi (sumber-sumber bacaan), yang dipergunakan sebagai sumber pengambilan. Dengan demikian, seyogyanya emncari sumber-sumber yagn ada relevansinya (kaitan) dengan masalah-masalah yang dikaji, untuk kemduian membaca dan memperdalam sehingga menambah kelengkapan informasi yang dibutuhkan, yang berupa dalil-dalil, hasil-hasil penelitian, dan sebagainya. Dalam hal ini dapat dicari diperpustakaan.
Disamping buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah-masalah yagn akan dikaji, masih banyak sumber-sumber lain yang perlu dicari, misalnya journal(masalah), encyclopedia (kamus istilah), reviu (tinjauan buku), skripsi, tesis dan disertasi, buku-buku teks, majalah-majalah, buletin (siaran-siaran singkat tentang berita terakhir), research reports, dan lain-lain.



B. Topik Dalam Blogging

Dalam blogging, posting adalah hal yang terpenting. Memang tampilan blog dapat mempercantik dan membuat blog kita lebih menarik, namun bayangkan saja jika kita tanpa sengaja mengunjungi sebuah blog, melihat desainnya sangat menarik. Kita pasti berpikiran pasti isi blog tersebut juga menarik. Namun setelah kita membaca isinya..ternyata yang ada hanya copaz alias copy paste dari blog lain. Kita pasti akan tergerak untuk segera menutup browser dan blog tersebut.
Berikut ini tips2 yang penting dalam pemilihan Topik agar posting kita menarik :

1. Pilihlah topik yang membuat anda terus berposting dan menulis walau tidak dibayar.

Hal ini sangatlah penting, karena tidak banyak blogger yang terus aktif berposting dan meneruskan blognya jika ia tidak menyukai topik yang ia pilih.

2. Pilihlah topik yang paling anda sukai dan kuasai
Jika kamu suka basket, tulislah basket..jika kamu suka novel..tulislah tentang novel. Pilihan yang sesuai dengan hobby dan telah kamu kuasai akan membuat kamu tidak pernah kehabisan ide untuk berposting.

3. Pilih topik yang saling berkaitan dan tetaplah fokus pada inti topik tersebut.

Kita harus tetap fokus pada topik yang kita pilih. Jangan tergoda untuk berganti topik yang sedang marak. Karena dengan tetap fokus, maka pembaca akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akan datang lagi untuk membaca informasi lainnya.

4. Jangan mengganti topik sebelum anda berhasil dengan topik tersebut
Memang tren topik yang digemari selalu berubah. Tapi saran saya, jangan tergoda untuk mengganti blog anda dengan blog yang baru sebelum blog pertama anda sukses dan terkenal. Minimal beri waktu sekitar 3 bulan. Dalam waktu itu, silahkan anda curahkan 100% kemampuan anda dan lihat perkembangannya. Jika memang topik tersebut kurang mendorong anda untuk tetap blogging, silahkan ganti topik yang anda sukai lainnya.

5. Tulislah posting yang berguna bagi pengunjung dan jangan hal2 yang terlalu pribadi.
Apa menu makanan anda pagi ini…jam berapa anda mandi hari ini..berapa kali anda mandi dalam sehari…atau pergi kemana anda setelah kuliah kemarin…Hal itu semua jarang membuat pengunjung kembali lagi ke blog anda, kecuali jika anda seorang artis atau figur terkenal.
Jadi saran saya tulislah posting yang dapat bermanfaat bagi semua orang agar orang tersebut selalu ingin kembali lagi untuk mendapatkan informasi lebih dari blog anda. Namun ada pula lho blogger yang sukses dengan posting diary mereka. Hal itu mungkin karena diary mereka sarat dengan pengalaman bagi para pengunjung, dan yang pasti pengalaman itu pasti menghibur dan bermanfaat bagi pengunjung.

6. Tentukan batasan topik anda, untuk indonesia atau seluruh dunia.
Jika anda membahas tentang banjir jakarta, mungkin pengunjung anda Cuma dari jakarta atau indonesia. Jika anda ingin blog anda dibaca oleh seluruh netter di dunia, maka pakailah bahasa inggris dan pilihlah topik yang umum, misalnya cara menurunkan berat badan dsb.

7. Jangan membuat topik karena ingin mendapatkan uang
Penghasilan tambahan dari ngeblog berasal dari banyaknya pengunjung..jadi jangan memaksakan tema atau topik yang tidak anda sukai walaupun topik itu menguntungkan. Carilah dahulu pengunjung yang banyak dengan posting yang menarik dan berkualitas. Dengan begitu pengunjung akan banyak dan dengan sedikit sentuhan..uang pun akan mengalir ke blog anda.


C. Menentukan Judul

Judul tidak saja harus mengandung pengertian yang tepat untuk melukiskan seluruh isi karya tulis tetapi syarat-syarat untuk berhubungan dengan gramatikapun harus terpenuhi. Judul harus dapat mencakup ide yang paling pokok dari seluruh isi karya tulis tersebut. Maka persyaratan judul dapar disebutkan sebagai berikut :

1. Judul harus dapat tertuju kepada sasaran dan isi, artinya segala isi yang terkandung didalam karya tulis dapat di lihat dari judul tersebut.
2. Judul sebaiknya langsung kepada yang dimaksud oleh karya tulis tersebut tetapi harus memperhatikan etika, misalnya dengan menggunakan kata-kata yang lebih halus.
3. Bahasa yang digunakan dalam menyusun judul hendaknya yang jelas dan sederhana serta hindarkan pemakaian kata-kata yang kabur atau ambivalen. Istilah di dalam judul harus tepat dan dapat di pertanggungjawabkan oleh penulis.
4. Judul termasuk isi karya tulis hendaknya dapat dihindarkan duplikasi atau tiruan dari karya tulis yang telah ada. Jadi judul dan isi karya atulis harus yang baru atau merupakan peninjauan yang baru terhadap suatu obyek karya tulis ilmiah yanga ada.
5. Judul adalah dapat dianggap benar dari segi ilmiah daaaan beralasan menurut logika.
6. Keseluruhan judul sebaiknya menjadi suatu kesatuan yang terpadu, utuh, dan korelatif.


sumber :
Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung
http://www.datafilecom.blogspot.com
http://www.pusatgratis.com

Read More
Posted in | No comments

Friday, 6 January 2012

KEPEMIMPINAN SEJATI

Posted on 00:40 by Unknown

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out ).

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. ” I don’t think you have to be waering stars on your shoulders or a title to be leadar. Anybody who want to raise his hand can be a leader any time”,dikatakan dengan lugas oleh General Ronal Fogleman,Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang artinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelar pemimpin. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin di lain waktu.

Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer.

Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor & praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).

Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun.

Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

Sebuah jenis kepemimpinan yaitu Q Leader memiliki 4 makna terkait dengan kepemimpinan sejati, yaitu :

Ø Q berarti kecerdasan atau intelligence. Seperti dalam IQ berarti kecerdasan intelektual,EQ berarti kecerdasan emosional, dan SQ berarti kecerdasan spiritual. Q leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ,EQ,SQ yang cukup tinggi.

Ø Q leader berarti kepemimpinan yang memiliki kualitas(quality), baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.

Ø Q leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi ( dibaca ‘chi’ dalam bahasa Mandarin yang berarti kehidupan).

Ø Q keempat adalah qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh – sungguh mengenali dirinya (qolbunya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).

Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence-quality-qi-qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.

Rangkuman kepemimpinan Q dalam 3 aspek penting yang disingkat menajadi 3C, yaitu :

· Perubahan karakter dari dalam diri (character chage).

· Visi yang jelas (clear vision).

· Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence).

Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengatahuan,dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metode kepemimpinan). Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell, ” The only way that I can keep leading is to keep growing. The the day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tsb.

sumber : http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-tentang-kepemimpinan/


komentar :
kepemimpinan yang ada sekarang bisa diibaratkan hanyalah sebuah boneka mainan yang buat oleh sekelompok individu untuk tujuan tertentu. Pada awalnya sekelompok individu tersebut mengusungkan calonnya untuk menjadi pemimpin, namun karna masyarakat sudah terlanjur tahu tentang rencana tersebut akhirnya sekelompok individu tersebut mengsungkan calon lain dari independen. Sekelompok individu tersebut juga memaksa untuk jadi pemilik suara pda pemilihan pemimpi tersebut.

jenis kepemimpinan yang kita butuhkan saat ini adalah Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Kembali kita saksikan betapa banyak pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya.

Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian da harapan dari mereka yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas ( accountable ). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan,pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada public atau kepada setiap anggota organisasinya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka yang dipimpin. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat,selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi.
Read More
Posted in | No comments

Saturday, 10 December 2011

Intransitive Verb

Posted on 22:31 by Unknown
An intransitive verb is an action verb, but it does not have a direct object. The action ends or is modified by an adverb or adverb phrase rather than being transferred to some person or object.

Typically, an adverb or prepositional phrase modifies an intransitive verb or the verb ends the sentence.

To determine whether a verb is intransitive ask whether the action is done in some way, in some direction or to some degree. Does a noun receive the action of the verb? If it does, then the verb is transitive and the person or thing that receives its action is the direct object.

[In the following examples, the intransitive verb is bold and the modifier is underlined.]

The man decided against a plea bargain.

- The subject (the man) did something (decided) a particular way (against).

He refused because of his immaturity, not his lack of contrition.

- The subject (He) did something (refused) for a particular reason (because of his immaturity).

Alice complained bitterly.

- The subject (Alice) did something (complained) to a particular degree (bitterly).

At the end of the Roaring ’20s, the incarceration index rose slightly.

- The subject (the index) did something (rose) in a particular direction (slightly).

When faced with the problem, the scholar paused.

- The subject (scholar) did something (paused) at a particular time (when faced with the problem).

Earl fell.

- The subject (Earl) did something (fell) and the action did not transfer to someone or something.

The adverb or prepositional phrase answers a question about the verb:

The subject did something WHERE?

o If Charlie had run into the street, he could have been injured.
o The turtle may live in a small area of Arizona.
o In 1973, the incarceration number inched upward.
o Jordan drove into the lane.

The subject did something WHEN?

o Thousands of cranes will return in the spring.
o The number climbed in 1974 and in 1975.
o Walter Payton died near the end of the century.
o The company’s leader collapsed during a meeting.

The subject did something HOW or TO WHAT DEGREE?

o The statistics come in any form you like.
o Politicians and the public are complaining loudly.
o His blood pressure kept climbing steadily.
o She worked with care and precision.

The subject did something WHY?

o Our elected officials listen because we vote.
o Shoshana’s grades improved with the help of a tutor.
o Germany’s expedition leader collapsed from the effort.
o Elise competed for her family.
Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 29 November 2011

TIPE IF-CLAUSE

Posted on 00:40 by Unknown
If clauses digunakan untuk menyatakan sebuah kondisi atas kejadian atau keberadaan sesuatu.
Contoh : If you mix sugar with water, it will dissolve
Here, the sugar will dissolve on the condition that you mix it with water.
Ada tiga tipe if clauses:

Type 1. mengenai kejadian nyata
Dalam tipe 1, if clause dalam present tense, sedangkan main clause biasanya dalam bentuk present, future, atau imperative.
Contoh:
  • If you go to the drug store, buy me a soft drink. (present ; imperative)
  • If Mary calls, I’ll invite her to the concert. (present ; future)
  • If Mary should call, I’ll invite her to the concert. (modal ; future)

Type 2
Type 2 is concerned with hypothetical or unreal situations in the present. (berkaitan dengan khayalan atau situasi yang tidak nyata saat ini.)
- If I had the money, I would buy a motorcycle.
This is called a hypothetical if clause because I don’t have the money but I am imagining what I would do if I did.

Type 3
Type 3 is concerned with hypothetical discussion about the past.
- If I had known you were sick, I would have made you some soup. (past perfect-modal past)
Here the implication is that I didn’t know you were sick (and that you may no longer be sick).
- If you had been here yesterday, you could have seen Pam. (past perfect-modal past)
It is clear in the example that you were not here yesterday.

Kata if sangat membantu untuk mengenali if clause, namun, tidak selalu digunakan.

Type 1: should
  • If you should get a letter from Greece, give me a call.
  • Should you get a letter from Greece, give me a call.

Type 2: were
  • If you were taller, you could reach the light.
  • Were you taller, you could reach the light.

Type 3
  • If I had agreed, Jim would have married me.
  • Had I agreed, Jim would have married me.
Unless, which has a meaning similar to if not, can also be used in conditional clauses.
  • If it doesn’t rain, we’ll go to the lake.
  • Unless it rains, we’ll go to the lake.
Read More
Posted in | No comments

CONDITIONAL SENTENCE

Posted on 00:39 by Unknown
Conditional sentence adalah kalimat yang kita gunakan untuk mengatakan kejadian yang mungkin akan terjadi, seandainya terjadi atau jika terjadi. Kejadian yang kita ungkapkan itu mungkin akan terjadi, tapi bisa juga tidak mungkin terjadi. Tergantung kalimatnya. Makanya, dalam conditional sentences ini terbagi menjadi 3, Conditional 1 (mungkin akan terjadi), Conditional 2 (tidak terjadi, tapi suatu saat mungkin terjadi), dan Conditional 3 (tidak mungkin terjadi karena sudah lampau, sudah terjadi). Untuk lebih jelasnya, kita akan membahas satu per satu.
Conditional 1
Kita mengatakan sesuatu yang akan terjadi. Kita memikirkan sesuatu atau kondisi di waktu yang akan datang dan hasilnya. Kita mengatakan suatu kemungkinan yang nyata akan terjadi. Misalnya, hari ini hari libur, jadi saya tidak bekerja. Biasanya, kalau hari minggu tuh kawan saya datang. Nah, kalau kawan saya datang, saya akan mengajaknya makan-makan. Ini baru rencana, to? Kalau, seandainya, jika kawan saya datang. Tapi kemungkinannya ada/besar, karena memang biasanya dia datang pada hari minggu. Tapi ini belum terjadi, lo. Jadi saya bilang begini, Kalau dia datang, saya akan mengajaknya makan-makan. If he comes, I will ask him to have meals.
Kesimpulannya, bagaimana membuat kalimat ini?
IF + SIMPLE PRESENT + WILL Verb 1
Atau bisa juga WILL Verb 1 + IF + SIMPLE PRESENT
Contohnya:
  1. If you fail the test, you will repeat the course.
  2. If he doesn’t have enough money, we will help you.
  3. If they accompany me to go to the hospital, I will thank them.
  4. I will go shopping with you if I have much money.
  5. They will arrest him if he escapes from the town.
Mudah, kan? Jadi dalam conditional 1, kita mengungkapkan kejadian yang akan datang yang mungkin terjadi.
Conditional 2
Dalam conitional ini, hampir sama dengan conditional yang pertama. Kita memikirkan sesuatu yang mungkin akan terjadi pada waktu yang akan datang dan hasilnya. Tapi, ini tak mungkin terjadi karena kondisinya tidak mendukung. Jadi ini sama seperti khayalan atau impian.
Misalnya, sekarang anda sedang ditawari mobil seharga 100 juta. Padahal Anda Cuma punya uang 5 juta. Kan nggak mungkin to Anda beli mobil itu? Jadi Anda langsung menghayal ‘Seandainya aku punya uang 100 juta, aku akan beli mobil itu.’Tapi suatu saat kalau anda punya uang 100 juta, ya Anda bisa beli mobil itu. Karena mobil itu juga belum laku kok. Itu bukan suatu hal yang mustahil. Jadi itu sesuatu yang tidak nyata tapi masih mungkin terjadi. Kalau saya punya uang 100 juta, saya akan membeli mobil itu. If had money, I would buy the car.
Kesimpulannya, bagaimana membuat kalimat ini?
IF + SIMPLE PAST + WOULD Verb 1
Atau bisa juga WOULD Verb 1+ IF + SIMPLE PAST
Contohnya:
  1. If you work hard, you would be rich. Kenyataannya kamu malas bekerja, jadi kamu miskin.
  2. If he loved me, I would marry him. Kenyataannya dia tidak mencintaiku.
  3. They would come to my house if I invited them. Kenyataannya saya tidak mengundang mereka.
  4. I would arrive sooner if I went by plane. Kenyataannya saya pergi naik mobil.
  5. He would call me mommy if I were his mom. Kenyataannya saya bukan ibunya.
Conditional 3
Dalam conditional yang pertama kita membicarakan sesuatu yang mungkin akan terjadi. Dalam conditional yang kedua kita membicarakan sesuatu yang tidak terjadi, tapi masih mungkin terjadi. Dalam conditional yang ketiga kita membicarakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Mengapa? Karena kejadian itu sedah berlalu, sudah selesai, sudah finis jadi nggak mungkin terulang lagi. Lha wong sudah terjadi, kok. Jadi ini hanya khayalan saja. Misalnya begini, seminggu yang lalu saya ditawari mobil seharga 100 juta. Pada saat itu saya nggak punya uang. Nah, karena saya nggak punya uang, akhirnya mobil itu dibeli sama tetangga saya. Jadi nggak mungkin to, saya membeli mobil itu? Wong mobilnya aja sudah laku, kok. Wong saya saja nggak punya duit, kok. Jadi sambil melihat tetangga saya menaiki mobil itu, saya berkhayal :
‘Seandainya saya punya uang 100 juta, saya akan membeli mobil itu.’ ‘If I had had 100 millions, I would have bought the car. Jelas, kan?
Kesimpulannya, bagaimana membuat kalimat ini?
IF + PAST PERFECT + WOULD HAVE Verb 3
Atau bisa juga WOULD HAVE Verb 3 + IF + PAST PERFECT
Contohnya:
  1. If you had loved me, I would have married you. Kenyataannya kamu menikah dengan orang lain seminggu yang lalu.
  2. If had joined our group, we would have invited you in our program. Kenyataannya kamu tidak bergabung sehingga kamu tidak kami undang di acara kami kemarin.
  3. If I had told you the truth, you would have forgiven me. Kenyataannya kamu tidak memaafkanku.
  4. They would have called me if I had applied for a job. Kenyataannya saya tidak melamar pekerjaan.
  5. Pak Wongso would have taught me if he hadn’t died. Kenyataannya dia sudah meninggal.
Nah itulah ketiga conditional yang kita pelajari. Mudah-mudahan jelas, ya? Kalau And abaca berulang-ulang, mudah-mudahan akan cepat bisa. Silahkan menambah latihan dengan membuat kalimat buatan sendiri sekalian menambah kosa kata. Okay, kan. Terima kasih…see you on the next session
Read More
Posted in | No comments

TRANSITIVE VERB

Posted on 00:31 by Unknown
VERB

I. DEFINISI VERB
Verbs adalah kata kerja yang menunjukan nama perbuatan yang dilakukan oleh subyek, namun mungkin juga menunjukan keadaan. Contoh :
• Amir comes from Jakarta
• My brother studies in japan
• She is beautiful
Dalam bahasa inggris ada bermacam-macam verb (kata kerja), namun dalam bagian ini hanya akan membahas beberapa macam kata kerja yang pokok saja.

II. MACAM-MACAM KATA KERJA
• Finite verb (ordinary verb) adalah kata kerja biasa yakni yang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Bila dipakai dalam kalimat Tanya dan negative perlu memakai kata kerja bantu do, does, atau did.
b. Bentuknya dapat berubah-ubah oleh tenses
c. Memiliki bentuk-bentuk : invinitive, present partticple, gerund, past tense, present tense, past participle.

Contoh : she works hard (infinitive)
She is working (present participle)
She worked hard (past tense)
She has gone to bali (past participle)
• Auxiliary verbs (kata kerja bantu) adalah kata kerja yang digunakan bersama-sama dengan kata kerja lain untuk menyatakan tindakan atau keadaan, atau khususnya mempunyai fungsi grammatical.
• Linking verbs adalah kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subject dengan complementnya. Kata yang dihubungkan dengan subject tersebut dinamakan subject complement. Linking verbs yang umum adalah :

Be (am,is,are,was,etc) look stay
Appear remain taste
Become seem smell
Feel sound
grow

contoh :
• She looks serious
• The author is our guest
• Transitive verbs adalah kata kerja yang memerlukan object untuk menyempurnakan arti kalimat. Contohnya :
- He struck the board
- A dog bites the man
- You push the door
• Intransitive verbs adalah kata kerja yang tiidak memerlukan object, karena sudah dapat menunjukan arti yang sempurna. Contoh :
- The sun shines
- The cat slept
- The water boils

Notes :
1. Walaupun beberapa verbs adalah transitive verbs (memerlukan object) dan beberapa verbs yang lain intransitive verbs (tidak memerlukan object), namun kebanyakan verbs dalam bahasa inggris dapat menjadi transitive maupun intransitive. Contohnya :
- He drops his bottles (transitive)
The rain drops from the sky (intransitive)
- They grow rubber trees (transitive)
Rice grows in the fertile soils (intransitive)

2. Ada beberapa verb intransitive yang memakai object noun yang searti dengan verbnya sendiri. Ini disebut cognate object . contohnya :
- He laughs loudly
- He slept soundly
- He died a miserable death
3. Ada beberapa verb transitive dan intransitive walaupun ssudah mempunyai object tetapi artinya belum sempurna sebelum dengann ditambah dengan kata-kata lain yang dinamakan compplemennya. Kata-kata yang memerlukan komplemen adalah :
Make bring
Name give
Call appoint
Find seen
Declare hear
Suppose
Cconside

Contohnya :
- I make you happy
- I make him laugh
- She makes me understand nglish
4. Banyak verb yang memiliki pola (struktur)

Verb + preposition + object
Verbs + preposition + verb-ing

Contoh :
We talk about the problem
if the object is another verb, it ends in ing
beberapa verbs yang mempunyai struktur :

verb + preposition + verb-ing

contohnya : succeed of/ think about/ dream of/ approve of/ look forward/ insist on/ decide against. Dst
- Budi succeed in finding a good job
- Are you thinking of/about buying a house
5. Beberapa verbs tertentu mempunyai pola (struktur)

Verb + object + preposition + verb-ing

Contonhya :
1. They accused me of telling lies
2. Do you suspect the man of being a spay
3. I congratulated rina on passing the exam
4. I thanked her for being so helful
6. regular and irregular verbs
Regular verb adalah kata kerja berubah-ubah sesuai dengan bentuk tense dan perubahan kata kerja itu secara teratur.
Irregular verb adalah kata kerja yang mempunyai fungsi sama dengan regular verb tetapi perubahan kata kerja ini secara tidak teratur.
Ccontohnya :
Go - went – gone
See – saw –seen
Get – got - gotten
Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • KISAH KINERJA MALAIKAT MAUT
    Nabi Ibrahim pernah berkata bertanya pada malaikat maut yang mempunyai dua mata di wajah nya dan dua lagi di tengkuk nya. “Wahai malaikat p...
  • TOPIK DAN JUDUL
    A. Menentukan Topik Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan ter...
  • Website
    Website adalah kumpulan terkait halaman web , gambar, video atau aset digital lainnya yang ditujukan relatif terhadap yang umum Uniform Reso...
  • Usability
    Prinsip Usability Pengertian Prinsip Usability Pada mata kuliah interaksi manusia dan komputer adalah suatu masalah optimasi penggunaan sist...
  • Just 'Sorry' that I Gave
    I have tried all the things that u want... don't talking about us. u won't free accept all the things that I gave. not limiting the ...
  • (no title)
    KONVENSI NASKAH Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan kententuan aturan yang sudah lazim dan sudah di sepakati. Dalam p...
  • PENGHUNI SURGA YANG BELUM PERNAH SHALAT SATU RAKAAT PUN
    Suatu hari ketika Rasulullah Saw. sedang memeriksa beberapa perlengkapan untuk persiapan perang di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang peng...
  • Komentar worldwidestore.com
    Merupakan situs untuk memesan atau mencari, dan membeli barang-barang antik atau kuno. Mulai dari artefak, patung-patung, pedang, koin, cinc...
  • Tentang Aku
    Terlahir dari keluarga yang biasa saja, aku harus bangun pagi sekitar jam 3.30 pagi. Untuk membantu ayah membuka toko di pasar dekat ru...
  • Dialog
    Dialog (kadang-kadang dialog dalam bahasa Inggris Amerika Utara) adalah bentuk sastra, contoh yang paling terkenal yang dalam literatur Bara...

Categories

  • Kisah

Blog Archive

  • ▼  2013 (3)
    • ▼  October (2)
      • Just 'Sorry' that I Gave
      • Takjub akan Rapinya Shaf, Seorang Nasrani Akhirnya...
    • ►  February (1)
  • ►  2012 (9)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (10)
    • ►  February (1)
  • ►  2010 (21)
    • ►  December (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile