ISTANA KISAH ISLAM

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Saturday, 28 April 2012

METODE ILMIAH

Posted on 03:29 by Unknown

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh  pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:
•          Observasi Awal
•          Mengidentifikasi Masalah
•          Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
•          Melakukan Eksperimen
•          Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
  • ·         Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
  • ·         Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
  • ·         Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.


Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
  • ·         Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
  • ·         Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
  • ·         Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.


Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
  • ·         Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
  • ·         Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen


Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.

Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
  • ·         Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
  • ·         Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
  • ·         Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
  • ·         Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.


Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
  • ·         Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
  • ·         Jangan ubah hipotesis
  • ·         Jangan abaikan hasil eksperimen
  • ·         Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
  • ·         Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
  • ·         Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen


sumber :
http://alphaomega86.tripod.com/metode_ilmiah.htm#menu
http://www.anneahira.com/langkah-langkah-metode-ilmiah.htm

Read More
Posted in | No comments

KARYA ILMIAH

Posted on 02:59 by Unknown

Menulis artikel berbeda dengan menulis berita. Kalau berita, apa yang ditulisnya itu harus berdasarkan fakta atas kejadian atau peristiwa yang terjadi. Boleh juga penulisan berita ditambah dengan interpretasi, sepanjang itu diperuntukkan bagi penjelasan fakta. Tetapi menulis berita, sama sekali tidak diperbolehkan memasukkan opini. Untuk mewadahi penyampaian opini masyarakat pada surat kabar atau majalah, disediakan kolom khusus yaitu halaman opini (opinion page).

Bahasa Indonesia dikenal sebagi bahasa aglutinatif. Artinya, kosakata dalam bahasa Indonesia dapat ditambahkan dengan bentuk lain, yaitu imbuhan. Imbuhan mengubah bentuk dan makna bentuk dasar yang dilekati imbuhan itu. Karena sifat itulah, imbuhan memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah karena bahas merupakan sarana komunikasi ilmiah pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sulit bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, dimana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.
Begitu juga dalam hal ragam bahasa dalam konsep ilmiah yang menuntut kecermatan dalam penalaran dan bahasa.

Dalam hal bahasa, seperti karya tulis dan alporan penelitian harus memenuhi ragam bahasa standar (formal) atau terpelajar dan bukan bahasa informal atau pergaulan. Ragam bahasa terdiri atas dasar media/sarana, penutur, dan pokok persoalan. Atas dasar media, ragam bahasa terdiri atas ragam bahasa lisan dan tulis. Atas dasar penuturnya, terdapat beberapa ragam yaitu dialek, terpelajar, resmi, dan takresmi. Dari segi pokok persoalan, ada berbagai ragam antara lain ilmu, hukum, niaga, jurnalistik, dan sastra.

Ragam bahasa ilmiah adalah bahasa berdasarkan pengelompokkan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan sesuai dengan sifat keilmuannya, seperti ragam bahasa hukum, ragam bahasa niaga, ragam bahasa sastra dan ragam bahasa jurnalistik. Bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah mempunyai fungsi yang sangat penting, karena bahasa merupakan media pengungkap gagasan penulis. Bahasa yang digunakan dalam tulisan ilmiah adalah bahasa Indonesia ilmiah.

Mengacu kepada teori
dalam karangan ilmiah dilakukan secara cermat, teliti, dan penuh kehati-hatian agar tidak
mengandung kesalahan betapa pun Artinya karangan ilmiah wajib memiliki teori yang dijadikan sebagai
landasan berpikir / kerangka pemikiran / acuan dalam pembahasan
masalah.
Fungsi teori :
a. Tolak ukur pembahasan dan penjawaban persoalan
b. Dijadikan data sekunder / data penunjang ( data utama ; fakta )
c. Digunakan untuk menjelaskan, menerangkan, mengekspos dan
mendeskripsikan suatu gejala
d. Digunakan untuk mendukung dan memperkuat pendapat penulis.

Berdasarkan fakta
Artinya setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya,
sebenarnya dan konkret.

Logis
Artinya setiap keterangna dalam kerangka ilmiah selalu dapat
ditelusuri, diselidiki dan diusut alasan-alasannya, rasional dan dapat
diterima akal.

Objektif
Artinya dalam kerangka ilmiah semua keterangan yang diungkapkan
tidak pernah subjektif, senantiasa faktual dan apa adanya, serta tidak
diintervensi oleh kepentingan baik pribadi maupun golongan.

Sistematis
Baik penulisan / penyajian maupun pembahasan dalam karangan
ilmiah disajikan secara rutin, teratur, kronologis, sesuai dengan
prosedur dan sistem yang berlaku, terurut, dan tertib.

Sahih / Valid
Artinya baik bentuk maupun isi karangan ilmiah sudah sah dan benar
menurut aturan ilmiah yang berlaku.

Jelas
Artinya setiap informasi dalam karangan ilmiah diungkapkan
sejernih-jernihnya, gamblang, dan sejelas-jelasnya sehingga tidak
menimbulkan pertanyaan dan keraguan-raguan dalam benak
pembaca.

Seksama
Baik penyajian maupun pembahasan kecilnya.

Tuntas
Pembahasan dalam karangan ilmiah harus sampai ke akar-akarnya.
Jadi, supaya karangan tuntas, pokok masalah harus dibatasi tidak
boleh terlalu luas.

Bahasanya Baku
Bahasa dalam kerangka ilmiah harus baku artinya harus sesuai
dengan bahasa yamg dijadikan tolak ukur / standar bagi betu l
tidaknya penggunaan bahasa.

Penulisan sesuai dengan aturan standar (nasional / internasional)
Akan tetapi, tata cara penulisan laporan penelitian yang berlaku di
lembaga tempat penulis bernaung tetap harus diperhatikan.
PERSYARATAN MENULIS ILMIAH
1. Menguasi teori ;
2. Memiliki pengalaman
3. Bersifat terbuka
4. Bersifat objektif
5. Memiliki kemampuan berbahasa

sumber : http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/agus_buku_ajar.pdf


Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 24 April 2012

TOEFL SKILL

Posted on 21:39 by Unknown

1. Subject and Verbs
You know that a sentence in English should have a subject and a verb. The most common types of problems that you will encounter in the Structure section of the TOEFL test are related to subjects and verbs; perhaps the sentence is missing either the subject, or the verb, or both; perhaps the sentence has an extra subject or verb.
Example I
______was ringing continuously for hours.
(A) Loudly
(B) In the morning
(C) The phone
(D) The bells
Analysis:
In this example, you should notice immediately that there is a verb, was ringing, but there is no subject. Answer (C) is the best answer because it is a singular subject that agrees with the singular verb was ringing. Answer (A), loudly, and answer (B), in the morning, are not subjects, so they are not correct. Although answer (D), bells, could be a subject, it is not correct because bells is plural and it does not agree with the singular verb was ringing.
Example II
Newspapers _______ every morning and every evening.
(A) delivery
(B) are delivered
(C) on time
(D) regularly
Analysis:
In this example, you should notice immediately that the sentence has a subject, newspapers, but that there is no verb. Because answer (B), are delivered, is a verb, it is the best answer. Answers (A), (C), and (D) are not verbs, so they are not correct.
Example III
The plane __________ landing at the airport in five minutes.
(A) it is
(B) it really is
(C) is descending
(D) will be
Analysis:
This sentence has a subject, plane, and has part of a verb, landing; to be correct, some form of the verb be is needed to make the verb complete. Answers (A) and (B) are incorrect because the sentence already has a subject, plane, and does not need the extra subject it. Answer (C) is incorrect because descending is an extra part of a verb that is unnecessary because of landing. Answer (D) is the best answer; will be together with landing is a complete verb.
SUBJECTS AND VERBS

A sentence in English must have at least one subject and one verb. The first thing you should do as you read a sentence in the Structure section of the TOEFL test is to find the subject and the verb.
EXERCISE 1
Underline the subjects once and the verbs twice in each of the following sentences. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect ( I ).
1. My best friend always helpful with problems. ( I )
 Analysis:
The subject of the sentence above is My best friend, but there is no Verb. So, incorrect.
The correct sentence should be My best friend is always helpful and with problems.
2. The bus schedule has changed since last week. (C)
Analysis:
The subject is The bus and verb is has changed, so the sentence is Correct.
3. Accidentally dropped the glass on the floor. ( I )
Analysis:
The sentence doesn’t have a Subject. The verb is dropped, so it is incorrect.
The correct sentence should be Accidentally she or he dropped the glass on the floor.
4. The customer paying the clerk for the clothes. (I)
Analysis:
The sentence doesn’t have to be, is. So incorrect
It should be The customer is paying the clerk for the clothes.
5. The professor handed the syllabus to the students. (C)
Analysis:
The sentence has subject, the professor and verb, handed. So it is correct
6. Each day practiced the piano for hours. (I)
Analysis:
The sentence doesn’t have subject. The verb is practiced. So incorrect.
It should be Each day they practiced the piano for hours.
7. The basketball player tossed the ball into the hoop. (C)
Analysis:
The sentence has subject, The basket ball player and verb, tossed. So it is correct
8. The new student in the class very talkative and friendly. (I)
Analysis:
The sentence has subject, The new student, but no verb. So incorrect.
The correct sentence can be The new student in the class is very talkative and friendly.
9. Walking with the children to school.(I)
    Analysis:
The sentence doesn’t have a Subject. It has main verb, walking but without tobe. So incorrect.
The correct sentence could be She/he is walking with the children to school
10. The whales headed south for the winter. (C)
 Analysis:
The sentence has a subject, the whales and verb, headed. So, it correct

2. Object of Preposition
An object of a preposition adalah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) yang terletak setelah preposition (kata depan), seperti in, at, of to, by, behind, dan on yang befungsi membentuk sebuah prepositional phrase.
(English Version)
Contoh:
The trip (to the island) (on Saturday) will last (for three hours).
Kalimat diatas berisi tiga buah object of preposition; Island sebagai object of preposition dari to; Saturday sebagai object of preposition dari on dan three hours sebagai object of preposition dari for.
Padsa Structure Section TOEFL Test, object of preposition bisa membingungkan karena banyak yang menduga bahwa object of preposition adalah subject dari kalimat tersebut.
Contoh:
To Mike ____ was a big surprise.
(A) really
(B) the party
(C) funny
(D) when
Analisa:
·         Dari kalimat diatas, harus dipahami bahwa Mike (noun) bukalah Subject tapi object of preposition dari To.
·         Subject dari kalimat diatas tidak ada, sedangkan Verbnya adalah was.
·         Karena yang dibutuhkan adalah Subject, maka jawaban terbaik adalah (B), the party. Sedangkan (A), (C), dan (D) salah karena mereka bukanlah Subject.

Harus dingat bahwa:
Preposition diikuti oleh noun atau pronoun yang kemudian disebut object of preposition.
Jika sebuah kata adalah object of preposition, maka kata tersebut bukanlah sebuah Subject.
Exercise 2:
1. The name of the baby in the crib is Jack. (C)
Analisa:
·         The Crib bukanlah subjedct, tapi hanyalah Object of Preposition dari in.
·         Sedangkan Subjectnya adalah name dan Vernya adalah is.
2. By the next meeting of the class need to turn in the papers.( I)
Analisa:
·         the class bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari of.
·         Kalimat diatas tidak memiliki Subject, tapi memiliki verb yaitu need to turn.
·         Kalimat yang benar seharusnya By the next meeting of the class they need to turn in the paper.
3. The directions to the exercise on page 20 unclear.
Analisa:
·         page 20 bukanlah subject, tapi hanya object of preposition dari on.
·         Kalimat diatas memiliki Subject yaitu the directions, tapi tidak memiliki Verb.
·         Adapun kalimat yang benar adalah The directions to the exercise on page 20 are unclear.
4. Because of the heavy rain throughout the night, the walkways are muddy.
Analisa:
·         Subjectnya adalah the walkways dan Verbnya adalah Are. Jadi kalimatnya sudah benar.
·         The heavy rain throughout the night hanyalah object of preposition dari because of.
5. During the week eat lunch in the school cafeteria.
Analisa::
·         the week bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari during.
·         Kalimat diatas tidak memiliki Subject, tapi memiliki Verb yaitu eat.
·         Kalimat yang benar mungkin During the week, they eat lunch in the school canteen.
6. In the morning after the concert was tired.
Analisa:
·         the concert bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari after.
·         Kalimat diatas tidak meiliki Subject, tapi sudah memiliki Ver yaitu was.
·         Kalimat yang benar adalah: In the morning after the concert he was tired.
7. In the summer the trip to the mountains is our favorite trip.
Analisa:
·         the mountains bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari to.
·         Kalimat diatas sudah memiliki subject yaitu the trip dan Verb yaitu is.
8. In a box on the top shelf of the cabinet in the hallway of the house.
Analysis:
·         Semuanya adalah object of preposition.
·         No Subject and No verbs.
9. With her purse in her hand ran through the door.
Analisa:
·         her hand bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari in.
·         Kalimat diatas tidak memiliki Subject tapi sudah memiliki Verb yaitu ran.
·         Kalimat yang benar seharusnya: with her purse in her hand she ran through the door.
10. At 1:00 in the morning the alarm clock on the table beside the bed rang.
Analisa:
·         the bed bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari beside.
·         Kalimat diatas sudah memiliki subject yaitu the alarm clock dan Verb yaitu rang.

3. Present Participles
Present Participle adalah Verb + ing.
     Contohnya:  studying, driving, cooking
Penggunaan Present participle pada Structure section TOEFL test seringkali membingungkan karena fungsingya yang bisa sebagai part of a verb (bagian dari kata kerja) atau adjective (kata sifat).
1. Sebagai bagian dari kata kerja (Part of a verb)
.   Present participle (verb+ing) akan berfungsi sebagai part of a verb jika digunakan bersamaan dengan tobe (am, is, are, was, and were).
Contoh:  
The train is arriving at the station now.
  The students are talking in the classroom.
Analisa:
·         arriving adalah part of a verb karena ditemani oleh is (to be).
·         talking adalah part of a verb karena ditemani oleh are (to be)
2. Sebagai adjective (Kata Sifat)
Present participle (Verb + Ing) berfungsi sebagai adjective apabila tidak ditemani oleh to be (am, is, are, was and were).
Contoh:
The train arriving at the station now is an hour late.
The students talking in the class look very happy.
 Analisa:
·         arriving is adjective karena tidak ditemani oleh be. Sedangkan, Subject kalimat diatas adalah train dan verbnya adalah is.
·         talking adalah adjective karena tidak ditemani oleh be. Subject dari kalimat diatas adalah students dan verbnya adalah look.

Lihat contoh dibawah ini.
The film ____ appearing at the local theater is my favorite.
(A) now
(B) is
(C) it
(D) was
Analisa:
·         appearing bukanlah part of a verb tapi adjective.
·         Subject nya adalah film dan verbnya adalah is.
·         Jawaban (B), (C) atau (D) salah karena  kalimat diatas sudah memiliki verb.
·         Jawaban terbaik adalah (A) now.

EXERCISE 3:Look at the following sentences and Check if they are correct (C) or incorrect (I).
1. The crying baby needs to be picked up. (C)
           ADJ.
     Analisa:
·         Kalimat diatas sudah benar karena crying berfungsi sebagai adjective.
·         Subject dari kalimat diatas adalah baby, sedangkan verb nya adalah needs to be picked up
2. The clothes are lying the floor should go into the washing machine. (I)
                          VERB
    Analisa:
·         kalimat diatas salah karena are lying seharusnya lying dan berfungsi sebagaiadjective bukan bagian dari kata kerja (part of a verb)..
·         Sedangkan kalimat yang benar adalah  The clothes lying the floor should go into the washing machine.
3. The waitress bringing the steaming soup to the waiting diners. (I)
    Analisa:
·         Kalimat diatas salah karena bringing seharusnya is bringing dan berfungsi sebagai part of a verb bukan adjective.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah  The waitress is bringing the steaming soup to the waiting diners.
4. Most of the striking workers are walking the picket line. (C)
    Analisa:
·         Kalimat diatas benar karena striking berfungsi sebagai adjective dan walkingsebagai part of a verb.
·         Subject dari kalimat diatas adalah workers.
5. For her birthday, the child is getting a talking doll. (C)
    Analisa:
·         Kalimat diatas sudah benar karena getting berfungsi sebagai part of a verb dan setelah ditambahkan is (tobe) menjadi complete verb.
·         Sedangkan Subject dari kalimat diatas adalah the child.
6. The setting sun creating a rainbow of colors in the sky. (I)
     Analisa:
·         Kalimat diatas salah karena creating harusnya is creating dan berfungsi sebagai part of a verb.
·         Kalimat yang benar seharusnya The setting sun is creating a rainbow of colors in the sky
7. The ship is sailing to Mexico is leaving tonight. (I)
     Analisa:
·         Kalimat diatas salah karena is sailing seharusnya sailing dan berfungsi sebagaiadjective bukan part of a verb.
·         Kalimat yang benar seharusnya The ship sailing to Mexico is leaving tonight.
8. The letters needing immediate answers are on the desk. (C)    Analisa:
·         Kalimat diatas benar karena needing berfungsi sebagai adjective
·         Subjectnya adalah  letters dan verbnya are.
9. The boring class just ending a few minutes ago. (I)
    Analisa:
·         Kalimat diatas salah karena ending seharusnya is ending dan berfungsi sebagai part of a verb bukan adjective.
·         Kalimat yang benar seharunya adalah The boring class just ending a few minutes a go.
10. The fast-moving clouds are bringing freezing rain to the area.      Analisa:
·         Kalimat diatas benar karena bringing berfungsi sebagai part of a verb.
·         Subjectnya adalah clouds.

4. Past Participles
Past participle adalah Verb III dari kata kerja.
Contoh: taught, studied, left, cooked
Penggunaan Past Participle pada Structure Questions seringkali membingungkan karena neniliki dua fungsi, yaitu part of a verb (bagian dari kata kerja) danadjective (kata sifat).
1. Sebagai part of a verb
Past participle akan berfungsi sebagai part of a verb (bagian dari kata kerja) apabila ditemani oleh have, has, had and be (am, is, are, was, were).
Contoh:
·         The mailman has left a letter in the mailbox. (Left is part of a verb)
·         The classes were taught by Professor Smith. (Taught is part of a verb)
      Analisa:
·         Pada kalimat pertama, left adalah bagian dari kata kerja karena ditemani oleh has.
·         Pada kalimat kedua, taught adalah bagian kari kata kerja karena ditemani oleh be (were)
2. Sebagai adjective
 Past Participle berfungsi sebagai kata sifat (adjective) apabila tidak ditemani dengan have, has, had atau be (am, is, are, dan were).
Contoh:
·         The letter left in the mailbox was for me. (Left is ADJECTIVE)
·         The classes taught by Professor Smith were very interesting. (Taught is ADJECTIVE)
Analisa:
·         left adalah adjective karena tidak ditemani oleh has/have or to be. SedangkanSubject dari kalimat pertama adalah The letter dan Verb nya adalah was.
·         taught adalah adjective karena tidak ditemani oleh has/have atau to be. Sedangkan Subject dan verb dari kalimat kedua adalah The classes dan were.
Contoh dibawah ini menunjukan bagaimana past participle bisa membingungkan.
The bread _____ baked this morning smelled delicious.

(A) has
(B) was
(C) it
(D) just
Analisa:
·         baked bukanlan part of a verb, tapi adjective. Verb dari kalimat diatas adalahsmelled dan Subject nya adalah The bread.
·         Jawaban (A) dan (B) salah karena baked adjective dan tidak membutuhkan helping verb.
·         Jawaban (C) salah karena kalimat diatas sudah memiliki Subject.
·         Jawaban terbaik adalah just.
EXERCISE 4: Each of the following sentences contains one or more past participles. Circle the past participles, and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
1. The food is served in this restaurant is delicious. (Incorrect)
    Analisa:
·         is served harusnya served saja karena berfungsi sebagai adjective.
·         Sedangkan Subject nya adalah The food dan Verb nya adalah IS.
·         Kalimat yang benar adalah The food served in this restaurant is delicious.
2. The plane landed on the deserted runway. (Correct)
    Analisa:
·         Subject is The place and Verb is landed
·         Deserted adalah  adjective
3. The unexpected guests arrived just at dinnertime. (Correct)    Analisa:
·         unexpected adalah adjective.
·         Subject nya adalah guests dan Verb nya arrived.
4. The courses are listed in the catalogue are required courses. (Incorrect)
    Analisa:
·         are listed seharusnya hanya listed dan berfungsi sebagai adjective bukan part of a verb.
·         Subject nya adalah courses dan verbnya are required.
5. The teacher found the lost exam. (Correct)
    Analisa:
·         lost adalah adjective.
·         Subject nya adalah teacher sedangkan verbnya adalah found.
6. The small apartment very crowded and disorganized. (Incorrect)
    Analisa:
·         Kalimat diatas tidak mempunyai verb of be, is.
·         Kalimat yang benar adalah The small apartment is very crowded and disorganized.
7. The photographs developed yesterday showed Sam and his friends. (Correct)
    Analisa:
·          developed berfungsi sebagai adjective.
·         Subject nya adalah photographs dan verb nya adalah showed.
8. The locked drawer contained the unworn jewels. (Correct)
    Analisa:
·         locked dan unworn berfungsi sebagai adjective.
·         Subject nya adalah drawer dan verbya adalah contained.
9. The tree was blown over in the storm was cut into logs. (Incorrect)
    Analisa:
·         was blown seharusnya adalah blown saja dan berfungsi sebagai adjective bukannya part of a verb.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah The tree blown over in the storm was cut into logs.
10. The students registered in this course are listed on that sheet of paper. (Correct)      Analisa:
·         registered berfungsi sebagai adjective.
·         Subject nya adalah students dan verbnya adalah are listed.

5. Coordinate Connector
Yang dimaksud dengan Coordinate Connector adalah AND, BUT, OR, or SO.
Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari dua klausa ( Klausa adalah kelompok kata yang paling sedikit terdiri dari satu Subject dan satu Verb (Predikat).
Ketika ada dua kalimat dalam Bahasa Inggris, kita harus menggabungkannya dengan benar. Saalahs atu cara untuk menggabungkan dua buah kalusa adalah dengan menggunakan AND, BUT, OR, or SO.
Contoh:
1.     The sun was shining and the sky was blue.
2.     The sky was blue, but it was very cold.
3.     It may rain tonight, or it may be clear.
4.     It was raining outside, so I took my umbrella.
Analisa:
·         Keempat kalimat diatas terdiri dari dua klausa dan semuanya di hubungkan dengan sebuah Coordinate Coonector dan sebuah Comma.
Contoh berikut ini akan menunjukan bagaimana Coordinate Connector di Tes di Structure Questions pada TOEFL Test.
Contoh:
I forgot my coat, ____ I got very cold.
(A) then
(B) so
(C) later
(D) as a result
Analisa:
·         Kalimat diatas memiliki dua  buah klausa:  I forgot my coat dan I got very cold. Untuk menghubungkannya, kita harus menggunakan sebuah Coonector. KataThen (A), later (C), dan as a result (D) bukanlah Connector. Jadi jawaban terbaik adalah (B) karena so bisa menghubungkan kedua klausa tersebut dengan benar.
EXERCISE 5:
Exercise 5 dibawah ini fokus pada permasalahan Coordinate Connector.  Baca kalimatnya dan tentukan apakah jawabannya Correct (C) atau Incorrect (C).
1. The lawn needs water every day, or it will turn brown. (C)
    Analisa:
·         Kedua Klausa diatas sudah benar, begitu juga dengan Coordinate Connectornya.

2. The book was not long, it difficult to read. (I)
    Analisa:
·         Klausa kedua tidak memiliki verb (is) dan  Connector.
·         Kalimat yang benar adalah The book was not long, but it is difficult to read.

3. It was raining, so decided not to go camping. (I)
    Analisa:
·         Klausa/kalimat kedua tidak memiliki Subject. Tapi sudah memiliki connector, so.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah It was raining, so I decided not to go camping.

4. The material has been cut, and the pieces have been sewn together.(C)
    Analisa:
·         Kedua kalimat/klausa sudah benar begitu juga dengan connectornya

5. The patient took all the medicine, he did not feel much better.(I)
    Analisa:
·         Kedua kalimat/klausa diatas sudah benar, tapi belum ada connectornya.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah The patient took all the medicine, but he did not feel much better.

6. The bill must be paid immediately, or the electricity will be turned off. (C)
    Analisa:
·         Kedua kalimat/klausa diatas sudah benar, begitu juga dengan connector (so) nya.

7. The furnace broke so the house got quite cold. (I)
    Analisa:
·         Kedua kalimat diatas sudah benar, begitu juga dengan connector (so) nya.
·         Tapi tidak ada koma sebelum so sehingga kalimat diatas salah. Kalimat yang benar seharusnya The furnace broke, so the lounge got quite cold.

8. The dress did not cost too much, but the quality it seemed excellent. (I)
    Analisa:
·         Kalimat.klausa kedua memiliki double subject, yaitu  the quality dan it. Salah satunya harus di hapus untuk membuat kalimat tersebut benar.
·         Connector (but) sudah benar.
·         Kalimat yang benar seharusnya The dress did not cost too much, but the quality seemed excellent

9. The leaves kept falling off the trees, and the boys kept raking them up, but the yard was still covered. (C)
    Analisa:
·         Ketiga klausa/kalimat diatas sudah benar, begitu juga dengan connectornya (and, but)

10. The mail carrier has already delivered the mail, so the letter is not going to arrive today, it probably will arrive tomorrow.
Analisa:
·         Ketiga klausa/kalimat diatas sudah benar, tapi connector so salah karena. Seharusnya adalah but.
·         Kalimat yang benar seharusnya The mail carrier has already delivered the mail, butthe letter is not going to arrive today, …….

Sumber :
http://www.toeflskill.com/2011/01/skill-1-subjects-and-verbs.html
http://www.belajartoefl.net/2011/08/structure-question-skill-2-object-of.html
http://www.belajartoefl.net/2011/08/structure-question-skill-3-present.html
http://www.belajartoefl.net/2011/08/structure-question-skill-4-past.html
http://www.belajartoefl.net/2011/09/structure-skill-coordinate-connector.html

Read More
Posted in | No comments

Thursday, 29 March 2012

Posted on 21:36 by Unknown
KONVENSI NASKAH

Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan kententuan aturan yang sudah lazim dan sudah di sepakati. Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata yang di buat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas. Konvensi naskah berguna pada saat Penulisan Ilmiah atau karya ilmiah.

Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas, teratur dan menarik.
SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.
Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.
Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:

A. Bagian Pelengkap Pendahuluan
a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul)
b. Halaman Judul
c. Halaman Persembahan (kalau ada)
d. Halaman Pengesahan (kalau ada)
e. Kata Pengantar
f. Daftar Isi
g. Daftar Gambar (kalau ada)
h. Daftar Tabel (kalau ada)

B. Bagian Isi Karangan
a. Pendahuluan
b. Tubuh Karangan
c. Kesimpulan

C. Bagian Pelengkap Penutup
a. Daftar Pustaka (Bibliografi)
b. Lampiran (Apendix)
c. Indeks
d. Riwayat Hidup Penulis

Sebuah naskah bisa di bagi menjadi 3 yaitu naskah formal,semi formal dan non formal

  • Naskah Formal adalah suatu naskah yang memenuhi semua persyaratan yang di tuntut oleh konvensi.
  • Naskah Semi-Formal adalah suatu naskah yang tidak memenuhi semua persyaratan yang di tuntut oleh konvensi.
  • Naskah Non formal adalah suatu naskah yang tidak memenuhi syarat-syarat formalnya.

Yang sering di gunakan dalam Penulisan Ilmiah adalah sebuah Naskah Formal. Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.

Karya ilmiah

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 13 March 2012

TOPIK DAN JUDUL

Posted on 22:33 by Unknown
A. Menentukan Topik

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic
Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada mahasiswa sendiri. Oleh karena itu, sebelum topic ditentukan, dia harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri, sebagai berikut:
1. Apakah topic tersebut dapat dijangkau, dikuasi (manageable topic)?
2. Apakah bahasa-bahasa/data-data tersedia secukupnya (obtainable data)?
3. Apakah topic tersebut penting untuk diteliti (significance of topic)?
4. Apakah topic tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan (interested topic)?


1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)
Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:
a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?
b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?
d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?
Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.
2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)
Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanya
yang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.
Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata=mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.
Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.
3. Significance of Topic (maksud, berarti)
Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:
a. Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup beraerti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?
b. Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?
c. Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yagn pernah diadakan atau penguji ulangan?
d. Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?
4. Interested Topic (Menarik minat)
Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.
Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:
a. Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses
b. Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencariscientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.
c. Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)
5. Mengembangkan Problematik
Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau mengembangkan problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:
a. Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya.
b. Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
c. Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.
1) Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya
Seorang calon sarjana yang rajin menjelajahi spesialisasinya, mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk meneliti secara mendalam dan membina serta mengembangkan penelitian-penelitian yang telah diselesaikan. Dengan cara demikian, dia dapat mengungkapkan problematika-problema yang belum terpecahkan. Rummel memberi petunjuk sebagai berikut:
a) Usahakan dengan cermat mencari kekurangan-kekurangan dalam uraian-uraian
b) Perhatikan dengan seksama uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain
c) Telitilah problema-problema yagn timbul dari tata kerja yang sangat emnarik perhatian
d) Bacalah selalu bibliografi (daftar kepustakaan) yagn banyak dipergunakan dalam penelitian-penelitian yang mutakhir
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka akan mudah menemukan hal-hal yang kurang ataupun masalah-masalah apa yagn sekiranya perlu dikembangkan lebih lanjut.
2) Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku yang banyak relevansinya dengan spesialisasinya
Disamping secara kritis, dan gemar mendengarkan secara seksama kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
Usahakan mempunyai sikap serta ingin tahu (spetisme) dalam batas-batas tertentu karena akan timbul gagasan-gagasan ataupun pertanyaan-pertanyaan yagn perlu mendapat jawaban-jawaban. Bukankah bertanya merupakan pangkal mula kebijaksanaan? Ikutilah diskusi-diskusi ilmiah dengan sebaik-baiknya untuk mengetahui bagaimana cara para ahli mengupasnya. Mengadakan penelitian kembali dan bila terdapat hal-hal yang masih meragukan, tanyakan kepada orang bersangkutan atau ahlinya.
Untuk menemukan masalah, dapat dicari disembarang tempat misalnya, lapangan, sekolah, mesjid, kampus sewaktu kuliah, bacaan-bacaan. Meskipun demikian, tentu saja harus diadakan seleksi yagn ketat sebagaimana syarat-syarat yagn telah disebutkan di atas.
3) Sikap rajin mencari bahan-bahan hasil penelitian yang mutakhir
Dalam laporan-laporan penelitian di bagian belakang dalam analisis data misalnya, banyak persoalan-persoalan yang masih perlu dikaji kembali karena adanya beberapa kekurangan-kekurangan. Dari berbagia macam kekurangan tersebut, dapatlah dianggap merupakan problema baru yang perlu dikaji dan diteliti kembali lebih lanjut.
Adapununtuk mendapatkan topik-topik tersebut dapat diperoleh melalui berbagai sumber, diantaranya:
a) Dengan cara melanjutkan hasil-hasil penelitian yagn sudah dilaksanakan, dimana kekurangan-kekurangannya ditampung, dan kemudian dijadikan topik dan dilanjutkan dengan mengadakan penelitian
b) Pengamatan di lapangan
Luangkanlah waktu untuk mengamat-amati peristiwa-peristiwa atau hal-hal yagn tejradi di lapangan sambil mendengarkan keluhan-keluhan orang-orang yagn bekerja di lapangan itu. Tegasnya adalah penjajagan (explorative) secara singkat tentang sesuatu yagn ada ataupun yang terjadi disitu.
c) Melalui diskusi-diskusi, ceramah-ceramah, kuliah-kuliah
Usahakanlah selalu mengikuti diskusi-diskusi yagn diadakan, kemudian catatlah masalah-masalah yagn timbul dalam diskusi, yagn sekiranya menarik dan perlu mendapat penyelesaian. Demikian pula usahakan secara aktif mengikuti semua ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah, karena dari keduanya banyak terdapat masalah-masalah yang perlu digarap, yang akhirnya merupakan topik yang perlu diselesaikan lewat penelitian-penelitian, sehingga masalah-masalah tersebut dapat terpecahkan/terselesaikan.
d) Dosen-dosen, para peneliti, dan para ahli.
Pada umumnya mereka mempunyai kelebihan dan menguasai permasalhan yang telah menjadi tanggung jawabnya, karena itu usahakan datang sekali atau dua kali kepada mereka untuk berbincabang-bincang, mencari, dan mengumpulkan permasalahan dari mereka
e) Bibliografi (daftar kepustakaan). Diperpustakaan hampir seluruh buku yang bersifat ilmiah selalu mencantumkan referensi (sumber-sumber bacaan), yang dipergunakan sebagai sumber pengambilan. Dengan demikian, seyogyanya emncari sumber-sumber yagn ada relevansinya (kaitan) dengan masalah-masalah yang dikaji, untuk kemduian membaca dan memperdalam sehingga menambah kelengkapan informasi yang dibutuhkan, yang berupa dalil-dalil, hasil-hasil penelitian, dan sebagainya. Dalam hal ini dapat dicari diperpustakaan.
Disamping buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah-masalah yagn akan dikaji, masih banyak sumber-sumber lain yang perlu dicari, misalnya journal(masalah), encyclopedia (kamus istilah), reviu (tinjauan buku), skripsi, tesis dan disertasi, buku-buku teks, majalah-majalah, buletin (siaran-siaran singkat tentang berita terakhir), research reports, dan lain-lain. Thomas Charly (Inggris) berkata:
The True university of these days is coolection of books,” artinya: “Hakikat perguruan tinggi/universitas dewasa ini adalah dalam kumpulan buku-buku perpustakaan”
Sumber:



B. Topik Dalam Blogging

Dalam blogging, posting adalah hal yang terpenting. Memang tampilan blog dapat mempercantik dan membuat blog kita lebih menarik, namun bayangkan saja jika kita tanpa sengaja mengunjungi sebuah blog, melihat desainnya sangat menarik. Kita pasti berpikiran pasti isi blog tersebut juga menarik. Namun setelah kita membaca isinya..ternyata yang ada hanya copaz alias copy paste dari blog lain. Kita pasti akan tergerak untuk segera menutup browser dan blog tersebut.
Berikut ini tips2 yang penting dalam pemilihan Topik agar posting kita menarik :

1. Pilihlah topik yang membuat anda terus berposting dan menulis walau tidak dibayar.

Hal ini sangatlah penting, karena tidak banyak blogger yang terus aktif berposting dan meneruskan blognya jika ia tidak menyukai topik yang ia pilih.

2. Pilihlah topik yang paling anda sukai dan kuasai
Jika kamu suka basket, tulislah basket..jika kamu suka novel..tulislah tentang novel. Pilihan yang sesuai dengan hobby dan telah kamu kuasai akan membuat kamu tidak pernah kehabisan ide untuk berposting.

3. Pilih topik yang saling berkaitan dan tetaplah fokus pada inti topik tersebut.

Kita harus tetap fokus pada topik yang kita pilih. Jangan tergoda untuk berganti topik yang sedang marak. Karena dengan tetap fokus, maka pembaca akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akan datang lagi untuk membaca informasi lainnya.

3. Jangan mengganti topik sebelum anda berhasil dengan topik tersebut
Memang tren topik yang digemari selalu berubah. Tapi saran saya, jangan tergoda untuk mengganti blog anda dengan blog yang baru sebelum blog pertama anda sukses dan terkenal. Minimal beri waktu sekitar 3 bulan. Dalam waktu itu, silahkan anda curahkan 100% kemampuan anda dan lihat perkembangannya. Jika memang topik tersebut kurang mendorong anda untuk tetap blogging, silahkan ganti topik yang anda sukai lainnya.

5. Tulislah posting yang berguna bagi pengunjung dan jangan hal2 yang terlalu pribadi.
Apa menu makanan anda pagi ini…jam berapa anda mandi hari ini..berapa kali anda mandi dalam sehari…atau pergi kemana anda setelah kuliah kemarin…Hal itu semua jarang membuat pengunjung kembali lagi ke blog anda, kecuali jika anda seorang artis atau figur terkenal.
Jadi saran saya tulislah posting yang dapat bermanfaat bagi semua orang agar orang tersebut selalu ingin kembali lagi untuk mendapatkan informasi lebih dari blog anda. Namun ada pula lho blogger yang sukses dengan posting diary mereka. Hal itu mungkin karena diary mereka sarat dengan pengalaman bagi para pengunjung, dan yang pasti pengalaman itu pasti menghibur dan bermanfaat bagi pengunjung.
6. Tentukan batasan topik anda, untuk indonesia atau seluruh dunia.
Jika anda membahas tentang banjir jakarta, mungkin pengunjung anda Cuma dari jakarta atau indonesia. Jika anda ingin blog anda dibaca oleh seluruh netter di dunia, maka pakailah bahasa inggris dan pilihlah topik yang umum, misalnya cara menurunkan berat badan dsb.

7. Jangan membuat topik karena ingin mendapatkan uang
Penghasilan tambahan dari ngeblog berasal dari banyaknya pengunjung..jadi jangan memaksakan tema atau topik yang tidak anda sukai walaupun topik itu menguntungkan. Carilah dahulu pengunjung yang banyak dengan posting yang menarik dan berkualitas. Dengan begitu pengunjung akan banyak dan dengan sedikit sentuhan..uang pun akan mengalir ke blog anda.


C. Menentukan Judul
Memilih Judul Karya Ilmiah
Judul tidak saja harus mengandung pengertian yang tepat untuk melukiskan seluruh isi karya tulis tetapi syarat-syarat untuk berhubungan dengan gramatikapun harus terpenuhi. Judul harus dapat mencakup ide yang paling pokok dari seluruh isi karya tulis tersebut. Maka persyaratan judul dapar disebutkan sebagai berikut :
1. Judul karya tulis harus dapat tertuju kepada sasaran dan isi, artinya segala isi yang terkandung didalam karya tulis dapat di lihat dari judul tersebut.
2. Judul karya tulis sebaiknya langsung kepada yang dimaksud oleh karya tulis tersebut tetapi harus memperhatikan etika, misalnya dengan menggunakan kata-kata yang lebih halus.
3. Bahasa yang digunakan dalam menyusun judul hendaknya yang jelas dan sederhana serta hindarkan pemakaian kata-kata yang kabur atau ambivalen. Istilah di dalam judul harus tepat dan dapat di pertanggungjawabkan oleh penulis.
4. Judul termasuk isi karya tulis hendaknya dapat dihindarkan duplikasi atau tiruan dari karya tulis yang telah ada. Jadi judul dan isi karya atulis harus yang baru atau merupakan peninjauan yang baru terhadap suatu obyek karya tulis ilmiah yanga ada.
5. Judul karya ilmiah adalah dapat dianggap benar dari segi ilmiah daaaan beralasan menurut logika.
6. Keseluruhan judul sebaiknya menjadi suatu kesatuan yang terpadu, utuh, dan korelatif.


sumber :
Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung
http://www.datafilecom.blogspot.com
http://www.pusatgratis.com

Read More
Posted in | No comments

TOPIK DAN JUDUL

Posted on 22:33 by Unknown
A. Menentukan Topik

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic
Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada mahasiswa sendiri. Oleh karena itu, sebelum topic ditentukan, dia harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri, sebagai berikut:
1. Apakah topic tersebut dapat dijangkau, dikuasi (manageable topic)?
2. Apakah bahasa-bahasa/data-data tersedia secukupnya (obtainable data)?
3. Apakah topic tersebut penting untuk diteliti (significance of topic)?
4. Apakah topic tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan (interested topic)?


1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)

Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:

a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?

b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?

c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?

d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?

Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.

2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)

Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanya
yang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.

Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata=mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.
Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.

3. Significance of Topic (maksud, berarti)

Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:

a. Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup beraerti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?
b. Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?
c. Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yagn pernah diadakan atau penguji ulangan?
d. Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?

4. Interested Topic (Menarik minat)

Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.

Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:

a. Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses
b. Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencariscientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.
c. Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)


5. Mengembangkan Problematik

Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau mengembangkan problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:

a. Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya.
b. Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
c. Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.

1) Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya
Seorang calon sarjana yang rajin menjelajahi spesialisasinya, mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk meneliti secara mendalam dan membina serta mengembangkan penelitian-penelitian yang telah diselesaikan. Dengan cara demikian, dia dapat mengungkapkan problematika-problema yang belum terpecahkan. Rummel memberi petunjuk sebagai berikut:

a) Usahakan dengan cermat mencari kekurangan-kekurangan dalam uraian-uraian
b) Perhatikan dengan seksama uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain
c) Telitilah problema-problema yagn timbul dari tata kerja yang sangat emnarik perhatian
d) Bacalah selalu bibliografi (daftar kepustakaan) yagn banyak dipergunakan dalam penelitian-penelitian yang mutakhir
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka akan mudah menemukan hal-hal yang kurang ataupun masalah-masalah apa yagn sekiranya perlu dikembangkan lebih lanjut.


2) Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku yang banyak relevansinya dengan spesialisasinya

Disamping secara kritis, dan gemar mendengarkan secara seksama kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
Usahakan mempunyai sikap serta ingin tahu (spetisme) dalam batas-batas tertentu karena akan timbul gagasan-gagasan ataupun pertanyaan-pertanyaan yagn perlu mendapat jawaban-jawaban. Bukankah bertanya merupakan pangkal mula kebijaksanaan? Ikutilah diskusi-diskusi ilmiah dengan sebaik-baiknya untuk mengetahui bagaimana cara para ahli mengupasnya. Mengadakan penelitian kembali dan bila terdapat hal-hal yang masih meragukan, tanyakan kepada orang bersangkutan atau ahlinya.

Untuk menemukan masalah, dapat dicari disembarang tempat misalnya, lapangan, sekolah, mesjid, kampus sewaktu kuliah, bacaan-bacaan. Meskipun demikian, tentu saja harus diadakan seleksi yagn ketat sebagaimana syarat-syarat yagn telah disebutkan di atas.

3) Sikap rajin mencari bahan-bahan hasil penelitian yang mutakhir
Dalam laporan-laporan penelitian di bagian belakang dalam analisis data misalnya, banyak persoalan-persoalan yang masih perlu dikaji kembali karena adanya beberapa kekurangan-kekurangan. Dari berbagia macam kekurangan tersebut, dapatlah dianggap merupakan problema baru yang perlu dikaji dan diteliti kembali lebih lanjut.

Adapununtuk mendapatkan topik-topik tersebut dapat diperoleh melalui berbagai sumber, diantaranya:

a) Dengan cara melanjutkan hasil-hasil penelitian yagn sudah dilaksanakan, dimana kekurangan-kekurangannya ditampung, dan kemudian dijadikan topik dan dilanjutkan dengan mengadakan penelitian
b) Pengamatan di lapangan
Luangkanlah waktu untuk mengamat-amati peristiwa-peristiwa atau hal-hal yagn tejradi di lapangan sambil mendengarkan keluhan-keluhan orang-orang yagn bekerja di lapangan itu. Tegasnya adalah penjajagan (explorative) secara singkat tentang sesuatu yagn ada ataupun yang terjadi disitu.

c) Melalui diskusi-diskusi, ceramah-ceramah, kuliah-kuliah
Usahakanlah selalu mengikuti diskusi-diskusi yagn diadakan, kemudian catatlah masalah-masalah yagn timbul dalam diskusi, yagn sekiranya menarik dan perlu mendapat penyelesaian. Demikian pula usahakan secara aktif mengikuti semua ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah, karena dari keduanya banyak terdapat masalah-masalah yang perlu digarap, yang akhirnya merupakan topik yang perlu diselesaikan lewat penelitian-penelitian, sehingga masalah-masalah tersebut dapat terpecahkan/terselesaikan.

d) Dosen-dosen, para peneliti, dan para ahli.
Pada umumnya mereka mempunyai kelebihan dan menguasai permasalhan yang telah menjadi tanggung jawabnya, karena itu usahakan datang sekali atau dua kali kepada mereka untuk berbincabang-bincang, mencari, dan mengumpulkan permasalahan dari mereka

e) Bibliografi (daftar kepustakaan). Diperpustakaan hampir seluruh buku yang bersifat ilmiah selalu mencantumkan referensi (sumber-sumber bacaan), yang dipergunakan sebagai sumber pengambilan. Dengan demikian, seyogyanya emncari sumber-sumber yagn ada relevansinya (kaitan) dengan masalah-masalah yang dikaji, untuk kemduian membaca dan memperdalam sehingga menambah kelengkapan informasi yang dibutuhkan, yang berupa dalil-dalil, hasil-hasil penelitian, dan sebagainya. Dalam hal ini dapat dicari diperpustakaan.
Disamping buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah-masalah yagn akan dikaji, masih banyak sumber-sumber lain yang perlu dicari, misalnya journal(masalah), encyclopedia (kamus istilah), reviu (tinjauan buku), skripsi, tesis dan disertasi, buku-buku teks, majalah-majalah, buletin (siaran-siaran singkat tentang berita terakhir), research reports, dan lain-lain.



B. Topik Dalam Blogging

Dalam blogging, posting adalah hal yang terpenting. Memang tampilan blog dapat mempercantik dan membuat blog kita lebih menarik, namun bayangkan saja jika kita tanpa sengaja mengunjungi sebuah blog, melihat desainnya sangat menarik. Kita pasti berpikiran pasti isi blog tersebut juga menarik. Namun setelah kita membaca isinya..ternyata yang ada hanya copaz alias copy paste dari blog lain. Kita pasti akan tergerak untuk segera menutup browser dan blog tersebut.
Berikut ini tips2 yang penting dalam pemilihan Topik agar posting kita menarik :

1. Pilihlah topik yang membuat anda terus berposting dan menulis walau tidak dibayar.

Hal ini sangatlah penting, karena tidak banyak blogger yang terus aktif berposting dan meneruskan blognya jika ia tidak menyukai topik yang ia pilih.

2. Pilihlah topik yang paling anda sukai dan kuasai
Jika kamu suka basket, tulislah basket..jika kamu suka novel..tulislah tentang novel. Pilihan yang sesuai dengan hobby dan telah kamu kuasai akan membuat kamu tidak pernah kehabisan ide untuk berposting.

3. Pilih topik yang saling berkaitan dan tetaplah fokus pada inti topik tersebut.

Kita harus tetap fokus pada topik yang kita pilih. Jangan tergoda untuk berganti topik yang sedang marak. Karena dengan tetap fokus, maka pembaca akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akan datang lagi untuk membaca informasi lainnya.

4. Jangan mengganti topik sebelum anda berhasil dengan topik tersebut
Memang tren topik yang digemari selalu berubah. Tapi saran saya, jangan tergoda untuk mengganti blog anda dengan blog yang baru sebelum blog pertama anda sukses dan terkenal. Minimal beri waktu sekitar 3 bulan. Dalam waktu itu, silahkan anda curahkan 100% kemampuan anda dan lihat perkembangannya. Jika memang topik tersebut kurang mendorong anda untuk tetap blogging, silahkan ganti topik yang anda sukai lainnya.

5. Tulislah posting yang berguna bagi pengunjung dan jangan hal2 yang terlalu pribadi.
Apa menu makanan anda pagi ini…jam berapa anda mandi hari ini..berapa kali anda mandi dalam sehari…atau pergi kemana anda setelah kuliah kemarin…Hal itu semua jarang membuat pengunjung kembali lagi ke blog anda, kecuali jika anda seorang artis atau figur terkenal.
Jadi saran saya tulislah posting yang dapat bermanfaat bagi semua orang agar orang tersebut selalu ingin kembali lagi untuk mendapatkan informasi lebih dari blog anda. Namun ada pula lho blogger yang sukses dengan posting diary mereka. Hal itu mungkin karena diary mereka sarat dengan pengalaman bagi para pengunjung, dan yang pasti pengalaman itu pasti menghibur dan bermanfaat bagi pengunjung.

6. Tentukan batasan topik anda, untuk indonesia atau seluruh dunia.
Jika anda membahas tentang banjir jakarta, mungkin pengunjung anda Cuma dari jakarta atau indonesia. Jika anda ingin blog anda dibaca oleh seluruh netter di dunia, maka pakailah bahasa inggris dan pilihlah topik yang umum, misalnya cara menurunkan berat badan dsb.

7. Jangan membuat topik karena ingin mendapatkan uang
Penghasilan tambahan dari ngeblog berasal dari banyaknya pengunjung..jadi jangan memaksakan tema atau topik yang tidak anda sukai walaupun topik itu menguntungkan. Carilah dahulu pengunjung yang banyak dengan posting yang menarik dan berkualitas. Dengan begitu pengunjung akan banyak dan dengan sedikit sentuhan..uang pun akan mengalir ke blog anda.


C. Menentukan Judul

Judul tidak saja harus mengandung pengertian yang tepat untuk melukiskan seluruh isi karya tulis tetapi syarat-syarat untuk berhubungan dengan gramatikapun harus terpenuhi. Judul harus dapat mencakup ide yang paling pokok dari seluruh isi karya tulis tersebut. Maka persyaratan judul dapar disebutkan sebagai berikut :

1. Judul harus dapat tertuju kepada sasaran dan isi, artinya segala isi yang terkandung didalam karya tulis dapat di lihat dari judul tersebut.
2. Judul sebaiknya langsung kepada yang dimaksud oleh karya tulis tersebut tetapi harus memperhatikan etika, misalnya dengan menggunakan kata-kata yang lebih halus.
3. Bahasa yang digunakan dalam menyusun judul hendaknya yang jelas dan sederhana serta hindarkan pemakaian kata-kata yang kabur atau ambivalen. Istilah di dalam judul harus tepat dan dapat di pertanggungjawabkan oleh penulis.
4. Judul termasuk isi karya tulis hendaknya dapat dihindarkan duplikasi atau tiruan dari karya tulis yang telah ada. Jadi judul dan isi karya atulis harus yang baru atau merupakan peninjauan yang baru terhadap suatu obyek karya tulis ilmiah yanga ada.
5. Judul adalah dapat dianggap benar dari segi ilmiah daaaan beralasan menurut logika.
6. Keseluruhan judul sebaiknya menjadi suatu kesatuan yang terpadu, utuh, dan korelatif.


sumber :
Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung
http://www.datafilecom.blogspot.com
http://www.pusatgratis.com

Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • KISAH KINERJA MALAIKAT MAUT
    Nabi Ibrahim pernah berkata bertanya pada malaikat maut yang mempunyai dua mata di wajah nya dan dua lagi di tengkuk nya. “Wahai malaikat p...
  • Website
    Website adalah kumpulan terkait halaman web , gambar, video atau aset digital lainnya yang ditujukan relatif terhadap yang umum Uniform Reso...
  • Usability
    Prinsip Usability Pengertian Prinsip Usability Pada mata kuliah interaksi manusia dan komputer adalah suatu masalah optimasi penggunaan sist...
  • Just 'Sorry' that I Gave
    I have tried all the things that u want... don't talking about us. u won't free accept all the things that I gave. not limiting the ...
  • (no title)
    KONVENSI NASKAH Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan kententuan aturan yang sudah lazim dan sudah di sepakati. Dalam p...
  • PENGHUNI SURGA YANG BELUM PERNAH SHALAT SATU RAKAAT PUN
    Suatu hari ketika Rasulullah Saw. sedang memeriksa beberapa perlengkapan untuk persiapan perang di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang peng...
  • Komentar worldwidestore.com
    Merupakan situs untuk memesan atau mencari, dan membeli barang-barang antik atau kuno. Mulai dari artefak, patung-patung, pedang, koin, cinc...
  • Tentang Aku
    Terlahir dari keluarga yang biasa saja, aku harus bangun pagi sekitar jam 3.30 pagi. Untuk membantu ayah membuka toko di pasar dekat ru...
  • TOPIK DAN JUDUL
    A. Menentukan Topik Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan ter...
  • Dialog
    Dialog (kadang-kadang dialog dalam bahasa Inggris Amerika Utara) adalah bentuk sastra, contoh yang paling terkenal yang dalam literatur Bara...

Categories

  • Kisah

Blog Archive

  • ▼  2013 (3)
    • ▼  October (2)
      • Just 'Sorry' that I Gave
      • Takjub akan Rapinya Shaf, Seorang Nasrani Akhirnya...
    • ►  February (1)
  • ►  2012 (9)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (10)
    • ►  February (1)
  • ►  2010 (21)
    • ►  December (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile