ISTANA KISAH ISLAM

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Tuesday, 8 November 2011

Tugas Bahasa Inggris Bisnis

Posted on 20:45 by Unknown
1. Subject dan Verb Agreement:

Subject Verb-agreement berarti kalimat yang mempunyai kesesuaian antara subject dan predikat. Dan Anda sudah mengerti bahwa yang bisa menduduki predikat dalam Bhs Inggris adalah tobe, dan Verb.Yang pertama harus diingat dan dimengerti adalah materi Personal pronoun.
Apakah Anda masih ingat tentang pelajaran personal pronoun sebagai subjek, okay kalau sudah lupa kita ulangi pelajaran tersebut:
1. Kalimat Nominal mempunyai susunan subject dan predikat seperti dibawah ini:

Tunggal Tobe Jamak Tobe
Orang I I am we are
Orang II you are you are
Orang III he, she, it is they are


2. Kalimat Verbal mempunyai susunan subject dan predikat sebagai berikut:
Tunggal Kata kerja Jamak Kata kerja
Orang I I Verb 1(tanpa s/es) we Verb 1 (tanpa s/es)
Orang II you Verb 1 (tanpa s/es) you Verb 1 (tanpa s/es)
Kata Orang III he, she, it Verb 1 ( s/es) they Verb 1 (tanpa s/es)
Penguasaan materi diatas adalah dasar dari materi Subject Verb-agreement.

Noun Clause adalah Clause yang digunakan sebagai pengganti noun atau berfungsi sebagai noun (kata benda). Selain Noun Clause ini, sebenarnya masih ada clause lainnya seperti Adverb Clause dan Adjective Clause. Untuk mendalami penjelasan mengenai Noun Clause, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini:

Menurut jenis kalimat asalnya, Noun Clause dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu:

Statement (pernyataan)
Question (pertanyaan)
Request (permintaan)
Exclamation (seruan).

Penjelasan:

1. Statement

a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Subjek Kalimat

Kangaroo lives in Australia (statement)
That Kangaroo lives is Australia is well known to all (Noun Clause)

2) Subjek Kalimat setelah "It"

It is well known to all that Kangaroo lives in Australia

3) Objek Pelengkap

My conclusion is that Kangaroo lives in Australia

4) Objek Kata Kerja

All people understand well that Kangaroo lives in Australia

5) Apositif

My conclusion that Kangaroo lives is Australia is correct.

2. Question

A. Yes/No Question

a. Conjunction yang dipakai adalah: "whether (or not/or if)"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Subjek Kalimat

Can she drive the car? (Question)
Whether she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or not she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether she can drive the car or not doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or if she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)

2) Objek Pelengkap

My question is whether she can drive the car.

3) Objek Kata Kerja

I really wonder whether she can drive the car (or not).

4) Objek Kata Depan

We discussed about whether she can drive the car.

B. Wh- Question

a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya itu sendiri"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Subjek Kalimat

What is he doing? (Question)
What she is doing doesn't concern me. (Noun Clause)

2) Objek Pelengkap

My question is what she is doing.

3) Objek Kata Kerja

I really wonder what she is doing.

4) Objek Kata Depan

We discussed about what she is doing.

Catatan:

Posisi kembali normal, tidak seperti posisi sebuah pertanyaan normal.

3. Request

a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Objek Kata Kerja

Read the book! (Request)
He suggested that I read the book. (Noun Clause)

Catatan:

Tanda seru hilang.

4. Exclamation

a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya yang dipakai pada kalimat itu sendiri"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Objek Kata Kerja

What a pretty girl she is? (Exclamation)
I never realize what a pretty girl she is. (Noun Clause)

2) Objek Kata Depan

We are talking about what a pretty girl she is.

Catatan Tambahan:

Noun Clause dengan "that" digunakan sebagai subjek dari suatu kalimat hanya dengan kata kerja tertentu. Dan kata kerja (verb) yang penting adalah linking verb, khususnya BE.
Noun Clause dengan "that" sering menjadi objek dari verb (kata kerja), beberapa verb berikut ini biasanya mempunyai subjek yang me�nunjukkan manusia. Kata-kata tersebut terutama sekali adalah verb yang digunakan dalam Indirect Speech Berta verb yang menyatakan kegiatan mental.

Kata Kerja Kalimat Tak Langsung

Admit, agree, allege, announce, argue, assert, assure, declare, aver, boast, claim, complain, confess, convince, deny, disagree, explain, foretell, hint, inform, insist, maintain, notify, persuade, pray, predict, proclaim, promise, relate, remark, remind, report, say, state, swear, teach, tell, threaten, warn

Kata Kerja Aktivitas Mental

Ascertain, assume, believe, calculate, care (untuk kalimat negative atau interrogative), conceive, conclude, consider, convince, decide, discover, doubt, dream, expect, fancy, feel, find out, forget, grant, guess, hear, hold (pendapat), hope, imagine, indicate, know, judge, learn, mean, mind (untuk kalimat negative atau interrogative), notice, perceive, presume, pretend, prove, question, realize, recall, reckon, recollect, reflect, regret, rejoice, remember, reveal, see, show, suppose, surmise, think, trust, understand, wish

Contoh:

Alex thinks that Mary is ill.
Bob told me that he had finished breakfast.
Henry says that Jack is very busy.
He insists that there is a mistake.
He complained to his friend that his wife couldn't cook.

Dalam percakapan yang tidak resmi (informal) "that" sering dihilangkan dari objek Clause jika artinya (maksudnya) sudah jelas dapat dimengerti tanpa adanya "that".

Contoh:

I am sorry (that) I couldn't meet you at the station.
He says (that) they plan to come to the dance.
We thought (that) you had already left for abroad.
The reason we returned so early is, (that) one of the children got sick.

Noun Clause dari question (pertanyaan) yang terletak sesudah verb yang memerlukan 2 objek mungkin berfungsi sebagai salah satu atau kedua objek dari verb tersebut.

Contoh:

Give the man (Indirect Object) what is in this envelope (Direct Object)
Give what is in the envelope to the man.

Noun Clause dari pertanyaan mungkin diawali dengan kata-kata tanya yang berfungsi sebagai: Pronouns, Adjectives, atau Adverbs. Kata-kata yang dipakai adalah: Pronoun = who (ever), what (ever(, which. (ever), Adjective = whose, what (ever), which (ever), Adverb = how (ever), when (ever), where (ever), why.

Contoh:

We don't know who will be coming from the employment agency. (who adalah subjek dari will be coming)
We don't know whom the employment agency will send. (whom adalah objek dari will send)
We will ask whoever comes from the employment agency. (whoever adalah subjek dari comes)
We will ask whomever the employment agency sends. (whomever adalah objek dari sends)

Dalam Noun Clause dari pertanyaan, subjek dan verb mempunyai susunan yang umum, yakni terletak sesudah introductory word.
Noun Clause dari permintaan dimulai dengan that- Clause ini paling sering merupakan objek dari verb yang menyatakan permintaan, saran, atau keinginan dan sebagainya.

Contoh:

He is requesting that a company car be placed at his disposal.
The doctor recommended that he take a vacation.
It was suggested that she leave immediately.
It was proposed that the meeting be adjourned.

Pengertian Klausa

Klausa ialah satuan gramatikal, berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek (S) dan predikat (P), dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat (Kridalaksana dkk, 1980:208). Klausa ialah unsur kalimat, karena sebagian besar kalimat terdiri dari dua unsur klausa (Rusmaji, 113). Unsur inti klausa adalah S dan P. Namun demikian, S juga sering juga dibuangkan, misalnya dalam kalimat luas sebagai akibat dari penggabungan klausa, dan kalimat jawaban (Ramlan, 1981:62.
Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas predikat, baik diikuti oleh subjek, objek, pelengkap, keterangan atau tidak dan merupakan bagian dari kalimat. Penanda klausa adalah P, tetapi yang menjadi klausa bukan hanya P, jika mempunyai S, klausa terdiri atas S dan P. Jika mempunyai S, klausa terdiri dari atas S, P, dan O. jika tidak memiliki O dan Ket, klausa terdiri atas P, O, dan Ket. Demikian seterusnya.Penanda klausa adalah P, tetapi yang dianggap sebagai unsure inti klausa adalah S dan P.
Penanda klausa adalah P, tetapi dalam realisasinya P itu bias juga tidak muncul misalnya dalam kalimta jawaban atau dalam bahasa Indonesia lisan tidak resmi. Contoh :
Pertanyaan : kamu memanggil siapa?
Jawaban : teman satu kampus  S dan P-nya dihilangkan.
Contoh pada bahasa tidak resmi : saya telat!  P-nya dihilangkan.
Klausa merupakan bagian dari kalimat. Oleh karena itu, klausa bukan kalimat. Klausa belum mempunyai intonasi lengkap. Sementara itu kalimat sudah mempunyai intonasi lengkap yang ditandai dengan adanya kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut sudah selesai. Klausa sudah pasti mempunyai P, sedangkan kalimat belum tentu mempunyai P.

Jenis-jenis Klausa

Ada tiga dasar yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan klausa. Ketiga dasar itu adalah (1) Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya (BSI), (2) Klasifikasi klausa berdasarkan ada tidaknya unsur negasi yang menegatifkan P (BUN), dan (3) Klasifikasi klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P (BKF). Berikut hasil klasifikasinya :

Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya.

Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya mengacu pada hadir tidaknya unsur inti klausa, yaitu S dan P. Dengan demikian, unsur ini klausa yang bisa tidak hadir adalah S, sedangkan P sebagai unsur inti klausa selalu hadir. Atas dasar itu, maka hasil klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya, berikut klasifikasinya :

Klausa Lengkap

Klausa lengkap ialah klausa yang semua unsur intinya hadir.
Klausa ini diklasifikasikan lagi berdasarkan urutan S dan P menjadi :

Klausa versi, yaitu klausa yang S-nya mendahului P. Contoh :

Kondisinya sudah baik.
Rumah itu sangat besar.
Mobil itu masih baru.

Klausa inversi, yaitu klausa yang P-nya mendahului S. Contoh :

Sudah baik kondisinya.
Sangat besar rumah itu.
Masih baru mobil itu.

Klausa Tidak Lengkap

Klausa tidak lengkap yaitu klausa yang tidak semua unsur intinya hadir. Biasanya dalam klausa ini yang hadir hanya S saja atau P saja. Sedangkan unsur inti yang lain dihilangkan.
Read More
Posted in | No comments

Thursday, 17 February 2011

Penalaran

Posted on 23:25 by Unknown
Induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Pembuktian induktif, kadang-kadang disebut logika induktif, adalah proses pembuktian dimana suatu argumen diduga mendukung kesimpulan tapi tidak bersinambungan dengannya; contoh: mereka tidak menjamin kebenaran itu. Induksi adalah bentuk pembuktian yang membuat generalisasi berdasarkan pendapat sesorang. Digunakan untuk menjelaskan properti atau relasi tipe berdasarkan sebuah observasi (contohnya, pada jumlah observasi atau pengalaman); atau untuk membuat hukum berdasarkan observasi terbatas dalam mempelajari alur fenomena. induksi ditetapkan, contohnya, dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin.
Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.
Contoh lainnya adalah:
3+5=8 dan delapan adalah angka genap. Sebuah angka ganjil yang ditambahkan dengan angka ganjil lain akan menghasilkan angka genap.
Perlu diingat bahwa induksi matematika bukanlah bentuk pembuktian induktif. Induksi matematika adalah bentuk dari pembuktian deduktif.

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh 1: Hasani adalah seorang mahasiswa dan ia berkulit cokelat
Contoh 2: Jodi adalah seorang mahasiswa dan ia berkulit cokelat
Pernyataan "semua mahasiswa berkulit cokelat" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya : andri juga mahasiswa tetapi tidak berkulit cokelat
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana jeans
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Deduktif

Pembuktian melalui deduksi adalah sebuah jalan pemikiran yang menggunakan argumen-argumen deduktif untuk beralih dari premis-premis yang ada, yang dianggap benar, kepada kesimpulan-kesimpulan, yang mestinya benar apabila premis-premisnya benar.[1]
Contoh klasik dari penalaran deduktif, yang diberikan oleh Aristoteles, ialah
• Semua manusia fana (pasti akan mati). (premis mayor)
• Sokrates adalah manusia. (premis minor)
• Sokrates pasti (akan) mati. (kesimpulan)
Untuk pembahasan deduktif secara terinci seperti yang dipahami dalam filsafat, lihat Logika. Untuk pembahasan teknis tentang deduksi seperti yang dipahami dalam matematika, lihat logika matematika.
Penalaran deduktif seringkali dikontraskan dengan penalaran induktif, yang menggunakan sejumlah besar contoh partikulir lalu mengambil kesimpulan umum.
Logika deduktif
Penalaran deduktif didukung oleh logika deduktif.
Misalnya:
Apel adalah buah.
Semua buah tumbuh di pohon.
Karena itu semua apel tumbuh di pohon.
Atau
Apel adalah buah.
Sebagian apel berwarna merah.
Karena itu sebagian buah berwarna merah.
Premis yang pertama mungkin keliru, namun siapapun yang menerima premis ini dipaksa untuk menerima kesimpulannya.
Penalaran deduktif harus dibedakan dari konsep yang terkait yaitu deduksi alamiah, sebuah pendekatan kepada teori pembuktian bahwa upaya-upaya untuk memberikan sebuah model penalaran logis yang formal sebagaimana ia terjadi "secara alamiah".
Tabel di bawah ini menunjukkan beberapa ciri utama yang membedakan penalaran induktif dan deduktif.
Deduktif Induktif
Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak pasti benar.
Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis. Kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan secara implisit, dalam premis.


Read More
Posted in | No comments

Wednesday, 8 December 2010

Daftar Pustaka, Kutipan, dan Catatan Kaki

Posted on 21:36 by Unknown
I.Daftar Pustaka


Menurut Gorys Keraf (1997 :213) yang dimaksud dengan bibliografi atau daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku. artikel -artikel. dan bahan-bahan penerbitan lainnya. yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap.


Tujuan sebuah daftar pustaka hendaknya secara tegas dibedakan dari tujuan sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu. Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pula nomor halaman di mana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.
Di pihak lain daftar pustaka dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu ía berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Mengapa daftar pustaka itu dapat pula dilihat sebagai pelengkap? Karena bila seorang pembaca iugin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka. Dalam daftar pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:
(1) Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
(2) Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
(3) Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
(4) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun

contoh :
a. Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.

b. Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc.,1958

c. Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964

d. Kalau edisi ber:kutnya mengalami perubahan
Gleason, H. A. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev. ed.New York: Holt. Rinehart and Winston. 1961.

e. Buku yang terdiri dan dua jilid atau lebih
Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.

f. Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau !ebih
Ali.Lukman. ed. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjemin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung. 1967

g. Sebuah Kumpulan Bunga Rampai atau Antologi
Jassin, H. B. ed. Gema Tanah Air, Prosa dan Puisi. 2 JId. Jakarta: Balai Pustaka 1969.

h. Sebuah Buku Terjemahan
Multatuli. Max Have/aar, atau Ladang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin, Jakarta: Djambatan, 1972.

i. Artikel dalam sebuah Himpunan
Riesman, David. “Character and Society,” Toward Liberal Education. eds. Louis G. Locke, William M. Gibson. and George Arms. New York: Holt. Rinehart and Winston. 1962.


II.Catatan Kaki

Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Tujuan catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.

Catatan kaki dipergunakan sebagai :
a) pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber;
b) tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula;
c) referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;
d) tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.

sistematika penulisan :

1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
2. Catatan kaki diketik berspasi satu.
3. Diberi nomor.
4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
8. Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
9. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
10. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
11. Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
12. Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.


III.Kutipan

Kutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri.
Kutiupan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.
Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.
Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya.Tujuannya dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepadaorang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.Cara penyebutan kutioan ada 2 cara,yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ).Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.

Jenis kutipan :
1. Kutipan Langsung
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.
Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
a) Kutipan yang kurang atau sama dengan 4 baris ditulis sebagai berikut :

· Disatukan dengan teks
· Ditulis dalam tanda kutip ( “…….” )
· Jarak antar kutipan 2 spasi
· Pada akhir kutipan dituliskan databuku yang diletakkan dalam kurung atau dengan menuliskan nomor rujukan catatan kaki.
Contoh :
Penyebutan Sumber DenganCatatan Kaki
Tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan kemampuan berpikir dan nurani manusia.oleh karena itu,manusia memerlukan sumber kebenaran yang berupa wahyu Tuhan .”…. pengetahuan yang disampaikan-Nya [ sic! ] itu merupakan kebenaran yang tidak perlu disangsikan lagi.”1)

2. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
Contoh :
Tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan kemampuan berpikir dan nurani manusia.oleh karena itu,manusia memerlukan sumber kebenaran yang berupa wahyu Tuhan.Kebenaran itu harus bersifat mutlak dan sebagai manusia kita harus menyakininya.



sumber:
http://www.scribd.com/doc/9678463/Daftar-Pustaka-Dan-Catatan-Kaki
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_21.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_kaki
Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 6 July 2010

Hafalan Alquran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Posted on 22:04 by Unknown

Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.

Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.

Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.

Komentar terhadap Kajian:

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.

sumber : http://www.eramuslim.com
Read More
Posted in | No comments

Dalam Waktu Sebulan 117 Siswa di Gaza Telah Hafal 30 Juz Al-Quran

Posted on 21:51 by Unknown

Departemen agama dan waqaf pemerintahan Hamas di jalur Gaza mengatakan bahwa 117 siswa dari kamp penghafal Quran telah selesai secara penuh menghafal 30 Juz Al-Quran kurang dari sebulan, dan menegaskan bahwa para siswa yang bergabung dalam kamp-kamp penghafal Al-Quran telah memperlihatkan prestasi mereka yang membanggakan.

Direktur yang bertanggung dalam kamp penghafalan Al-Quran ini, Imad Dijni dalam sebuah pernyataan tertulisnya kepada pers yang diterima Pusat Informasi Palestina hari Ahad kemarin (4/7) mengatakan bahwa 40 siswa dari kamp penghafal Al-Quran telah selesai menghafal Al-Quran 30 juz kurang dari sebulan, sementara 77 siswa lainnya menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran mereka dalam satu bulan dalam periode yang sama.

"308 siswa lain dari tahap keempat kamp penghafal AL-Quran juga sedang dipersiapkan akan menyelesaikan hafalan 30 juz mereka kurang dari sebulan dan ada 44 siswa yang telah menyelesaikan setengah (15 juz) Al-Quran hanya dalam waktu dua minggu," kata Imad Dijni.

Menteri agama dan waqaf pemerintahan Hamas di Gaza, Dr. Thalib Abu Sya'ar menyatakan sangat senang dengan keberhasilan para siswa kamp penghafalan Al-Quran dan ia menegaskan dalam waktu tidak lama akan kembali hadir ribuan hafizh 30 juz Al-Quran di Gaza. Menteri agama dari Hamas ini juga menyerukan kepada para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka agar mencintai Al-Quran, menghafalnya dan mengamalkannya demi untuk kepentingan dunia dan akhirat.

sumber : http://www.eramuslim.com
Read More
Posted in | No comments

Thursday, 24 June 2010

SETAN PUN HAFAL AYAT KURSI

Posted on 02:12 by Unknown
Abu Hurairah bercerita : suatu hari Rasulullah Saw. menugaskanku untuk menjaga harta zakat pada bulan Ramadhan. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki melihat-lihat makanan dan langsung mengambilnya. Aku lalu menegurnya, “jangan dulu mengambil sebelum kusampaikan tentangmu kepada Rasulullah”.

Lak
i-laki itu menjawab, “aku sudah berkeluarga dan saat ini betul-betul membutuhkan makanan untuk mereka.” Mendengar itu aku akhirnya mengizinkan dia mengambil makanan itu.

Ketika pagi tiba, Rasulullah bertanya, “wahai Abu Hurairah, apa yang kau lakukan kemarin?”

Aku menjawab, “wahai Rasululah, seorang laki-laki mengadukan kesusahan keluarganya dan dia memohon harta zakat pada saat itu juga, lalu aku persilakan mengambilnya.”

Rasulullah Saw. lalu bersabda kembali, “dia telah mengelabuimu, wahai Abu Hurairah, dan besok akan kembali lagi.”

Karena tahu dia akan kembali lagi, keesokan harinya aku mengawasinya secara teliti dan ternyata betul apa yang disampaikan Rasulullah, ia telah berada di ruang harta zakat yang terkumpul lalu ia mengambilnya.

Melihat itu, aku berkata kembali, “jangan kau ambil dulu harta itu sampai ada izin dari Rasulullah Saw.”

Laki-laki itu menjawab, “Aku betul-betul sangat membutuhkan makanan itu sekarang, keluargaku kini sedang menunggu menahan lapar. Aku berjanji tidak akan kembali lagi esok hari.” Mendengar itu, aku merasa kasihan dan akhirnya aku persilakan kembali dia mengambil harta zakat.

Keesokan harinya Rasullah bertanya kembali, “apa yang kau lakukan kemarin, wahai Abu Hurairah?”

Aku menjawab, “orang kemarin datang lagi dan meminta harta zakat. Karena keluarganya sudah lama menunggu kelaparan, akhirnya aku kembali mengizinkan dia mengambil harta tersebut.”

Mendengar itu, Rasulullah bersabda kembali, “dia telah membohongimu dan besok akan kembali untuk yang ketiga kalinya.”

Besoknya ternyata laki-laki itu kembali lagi. Seperti biasa, dia mengambil harta zakat yang sudah terkumpul di dalam gudang. Melihat itu, aku kembali menegurnya, “jangan mengambil dahulu, aku akan memohon izin kepada Rasulullah Saw. terlebih dahulu. Bukankah kau kemarin berjanji tidak akan kembali lagi, tapi mengapa kau kembali juga?”

Laki-laki itu menjawab, “izinkanlah untuk yang terakhir kalinya aku mengambil harta zakat ini dan sebagai imbalannya aku akan ajarkan kepadamu sebuah kalimat yang apabila kau membacanya, Allah akan selalu menjagamu dan kau tidak akan disentuh dan didekati oleh setan sehingga pagi hari.”

Aku tertarik dengan ucapannya. Aku menanyakan kalimat apa itu. Dia menjawab, “apabila kau hendak tidur, jangan lupa mambaca ayat kursi terlebih dahulu karena dengannya Allah akan menjagamu dan kau tidak akan didekati setan hingga pagi tiba.” Kali ini aku pun mengizinkannya mengambil harta zakat.

Keesokan harinya kembali menanyakan apa yang telah kulakukan kemarin dan kukatakan, “Ya Rasulullah, aku terpaksa memperbolehkannya kembali mengambil harta zakat setelah dia mengajarkanku kalimat yang sangat bermanfat dan berfaedah.”

Rasul lalu bertanya, “kalimat apa yang diajarkannya?”

Aku menjawab bahwa dia mengajarkan Ayat Kursi dari awal sampai akhir dan dia katakan kalau akau membacanya Allah akan menjagaku sampai pagi hari.

Rasulullah Saw. bersabda, “Kini apa yang dia sampaikan memang betul namun tetap saja dia sudah berhasil mengelabuimu dengan mengambil harta zakat. Tahukah kau siapa laki-laki yang mendatangimu tiga kali itu?”

Aku menjawab, “tidak, aku tidak tahu.”

Rasulullah Saw. kembali bersabda, “Ketahuilah, dia itu setan.” (HR Bukhari)

images : http://www.google.co.id/imglanding?q=Setan%20Pun%20Hafal%20Ayat%20Kursi&imgurl=http://www.fajarilmubaru.com.my/webshaper/pcm/pictures/akidah_teologi/setan_pun_b.jpg&imgrefurl=http://www.fajarilmubaru.com.my/webshaper/store/viewProd.asp%3FpkProductItem%3D26&usg=__LyEp3Mk45eX0AlN_-5Jtc1f4vag=&h=384&w=240&sz=26&hl=id&itbs=1&tbnid=besRbkKgejZFEM:&tbnh=123&tbnw=77&prev=/images%3Fq%3DSetan%2BPun%2BHafal%2BAyat%2BKursi%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26sa%3DG%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26tbs%3Disch:1&client=firefox-a&sa=G&rls=org.mozilla:en-US:official&gbv=2&ndsp=20&tbs=isch:1&start=0#tbnid=besRbkKgejZFEM&start=2
Read More
Posted in Kisah | No comments

PENGHUNI SURGA YANG BELUM PERNAH SHALAT SATU RAKAAT PUN

Posted on 01:53 by Unknown
Suatu hari ketika Rasulullah Saw. sedang memeriksa beberapa perlengkapan untuk persiapan perang di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang penggembala yang kulit mukanya sangat hitam bersama kambing-kambing gembalaannya. Ia lalu berkata, “ya Rasulullah, aku ini penggembala yang bekerja untuk seorang laki-laki Yahudi. Toong ajarkan kepadaku bagaimana ajaran Islam itu?”

Rasulullah Saw. lalu secara panjang lebar tentang Islam. Ia pun akhirnya masuk Islam. Ketika sudah masuk Islam, si penggembala itu kemudian bertanya kembali, “Ya Rasulullah, kini statusku masih penggembala bagi si laki-laki Yahudi. Sementara saat ini, gembalaannya ada padaku dan ini adalah amanat. Apa yang seharusnya kuperbuat dengan gembala ini?”
Rasulullah menjawab, “Pukullah muka gembalaanmu itu, Insya Allah mereka akan kembali sendiri ke tuannya.”

Si penggembala itu kemudian mengambil segempal pasir, lalu melemparkannya tepat ke muka gembalaannya sambil berkata, “pulanglah sendiri ke majikan kalian karena aku tidak mau menemani kalian lagi untuk selamanya.”

Tidak lama setelah itu, gembalaannya berkumpul dan semuanya pulang dengan teratur menuju kandang seolah-olah ada yang menggiring dan mengatur.

Si penggembala itu lalu ikut barisan kaum muslim untuk berperang. Namun, belum sempat dia berjihad, tiba-tiba dia tertimpa batu besar sehingga dia meninggal dunia, padahal dia belum melaksanakan shalat satu rakaat pun.

Jenazahnya lalu dibawa kepada Rasulullah dan diletakkan di sampingnya, smentara jenazahnya tertutup rapat dengan kain yang dipakai si penggembala tadi. Rasulullah kemudian membuka kain serban yang menutup jenazahnya itu, lalu memperlihatkannya kepada sahabat

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau memperlihatkannya kepada kami?”
Rasul kemudian menjawab, “sesungguhnya dia kini sedang dikelilingi bidadari yang sedang membersihkan debu-debu yang mengotori wajahnya.” Subhanallah

sumber : buku "Setan Pun Hafal Ayat Kursi"
images : http://www.google.co.id/imglanding?q=penghuni%20surga&imgurl=http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2009/07/tanggasurga.jpg&imgrefurl=http://mimbarjumat.com/archives/779&usg=__6I2GyqadGs95MRUlp_JhKtaYZGE=&h=211&w=230&sz=24&hl=id&itbs=1&tbnid=ADrw35TTlrLzhM:&tbnh=99&tbnw=108&prev=/images%3Fq%3Dpenghuni%2Bsurga%26start%3D60%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26sa%3DN%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26tbs%3Disch:1&start=67&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&gbv=2&ndsp=20&tbs=isch:1#tbnid=ADrw35TTlrLzhM&start=71

Read More
Posted in Kisah | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • KISAH KINERJA MALAIKAT MAUT
    Nabi Ibrahim pernah berkata bertanya pada malaikat maut yang mempunyai dua mata di wajah nya dan dua lagi di tengkuk nya. “Wahai malaikat p...
  • Website
    Website adalah kumpulan terkait halaman web , gambar, video atau aset digital lainnya yang ditujukan relatif terhadap yang umum Uniform Reso...
  • Usability
    Prinsip Usability Pengertian Prinsip Usability Pada mata kuliah interaksi manusia dan komputer adalah suatu masalah optimasi penggunaan sist...
  • Just 'Sorry' that I Gave
    I have tried all the things that u want... don't talking about us. u won't free accept all the things that I gave. not limiting the ...
  • (no title)
    KONVENSI NASKAH Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan kententuan aturan yang sudah lazim dan sudah di sepakati. Dalam p...
  • PENGHUNI SURGA YANG BELUM PERNAH SHALAT SATU RAKAAT PUN
    Suatu hari ketika Rasulullah Saw. sedang memeriksa beberapa perlengkapan untuk persiapan perang di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang peng...
  • Komentar worldwidestore.com
    Merupakan situs untuk memesan atau mencari, dan membeli barang-barang antik atau kuno. Mulai dari artefak, patung-patung, pedang, koin, cinc...
  • Tentang Aku
    Terlahir dari keluarga yang biasa saja, aku harus bangun pagi sekitar jam 3.30 pagi. Untuk membantu ayah membuka toko di pasar dekat ru...
  • TOPIK DAN JUDUL
    A. Menentukan Topik Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan ter...
  • Dialog
    Dialog (kadang-kadang dialog dalam bahasa Inggris Amerika Utara) adalah bentuk sastra, contoh yang paling terkenal yang dalam literatur Bara...

Categories

  • Kisah

Blog Archive

  • ▼  2013 (3)
    • ▼  October (2)
      • Just 'Sorry' that I Gave
      • Takjub akan Rapinya Shaf, Seorang Nasrani Akhirnya...
    • ►  February (1)
  • ►  2012 (9)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (10)
    • ►  February (1)
  • ►  2010 (21)
    • ►  December (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile